Usai ada kejadian wisatawan tewas tenggelam digulung air bah, kawasan wisata pemandian Tibu Ijo di Lombok Barat ditutup sementara.
Destinasi wisata yang berada di desa Kekait, kecamatan Gunung Sari itu ditutup sementara seusai warga Kota Mataram bernama Liza Pratiwi tewas terseret arus.
Camat Gunung Sari, Zulkifli mengatakan penutupan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat keamanan. Keputusan ini diambil karena kawasan tersebut kerap memakan korban.
"Untuk di Tibu Ijo itu terlarang untuk dikunjungi, sudah kita tutup," tegasnya, Senin (13/4).
Zulkifli mengungkapkan sudah dipasang plang larangan bagi pengunjung di sepanjang jalur masuk menuju lokasi pemandian, termasuk di sejumlah lokasi strategis.
"Sejak pintu masuk jembatan itu sudah ada larangan. Masyarakat juga sudah tahu, sehingga siapa pun yang masuk akan ditanyakan," ujarnya.
Zulkifli menambahkan kondisi alam saat ini juga menjadi salah satu faktor penutupan kawasan tersebut. Menurutnya, tanda-tanda bahaya sebenarnya cukup jelas, seperti munculnya awan gelap di puncak gunung yang mengindikasikan potensi hujan deras dan banjir bandang.
"Masyarakat di sana sudah maklum, kalau ada awan hitam di puncak gunung itu orang tidak boleh mandi. Itu tanda akan ada hujan besar dan potensi banjir," jelasnya.
Meski demikian, ia dan warga sekitar berencana menata kembali kawasan wisata secara lebih terstruktur ke depannya. Pengunjung nantinya diwajibkan melalui jalur resmi dan menggunakan jasa pemandu yang telah dilengkapi peralatan keselamatan.
"Kita sudah punya tim pemandu, lengkap dengan alat-alat safety. Jadi jangan nekat sendiri, pakailah pemandu," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, wisatawan bernama Liza hanyut diterjang air bah di Sungai Tibu Ijo, Desa Kekait, Lombok Barat, saat menyeberang di tengah hujan, Minggu (5/4/2026).
Kejadian bermula saat korban datang bersama rekannya ke wisata Air Terjun Tibu Ijo sekitar pukul 13.00 Wita. Saat hendak kembali, cuaca tiba-tiba berubah mendung disertai hujan.
"Korban bersama temannya menyeberangi sungai saat kondisi mulai hujan, kemudian datang air bah dengan arus sangat deras," kata Kapolsek Gunungsari, Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, Senin (6/4/2026).
Berdasarkan keterangan rekan Liza, keduanya sempat berusaha bertahan dengan berpegangan pada batu besar. Rekan korban bahkan mengikat tangan korban menggunakan jaket agar tidak terlepas.
"Upaya tersebut tidak bertahan lama karena arus semakin kuat, hingga keduanya terseret dan terpisah," ucap dia.
Jenazah korban akhirnya ditemukan dua hari setelah kejadian, tepatnya pada Selasa (7/4) petang. Posisi jenazah berada sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.





