TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko kebakaran terus digencarkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi melalui program “Damkar Goes to RT”.
Kali ini, kegiatan menyasar tiga kelurahan di Kecamatan Jelutung dalam satu hari penuh, Senin (13/4/2026).
Kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pelatihan keluarga tanggap kebakaran ini digelar di Posyandu Aster Kelurahan Lebak Bandung, Posyandu Harapan Ibu IV Kelurahan Jelutung, serta Posyandu Cempaka Kuning Kelurahan Kebun Handil.
Total sebanyak 120 warga dari berbagai RT turut ambil bagian, mulai dari unsur lurah, babinsa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum.
Koordinator kegiatan, Tri Hastati, M.SP, mengatakan pelatihan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pencegahan hingga penanganan awal kebakaran rumah tangga.
“Materi yang diberikan mulai dari pengenalan aplikasi SiMerah Koja, penyebab kebakaran rumah tangga, hingga simulasi langsung penggunaan alat pemadam baik tradisional maupun APAR,” jelasnya Kamis (16/5/2026).
Menurutnya, keterlibatan langsung masyarakat dalam simulasi menjadi poin penting agar warga tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertindak cepat saat terjadi kebakaran.
“Kita ingin masyarakat punya kesiapsiagaan. Jadi saat terjadi potensi kebakaran, mereka sudah tahu langkah awal yang harus dilakukan sebelum petugas datang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 24 Lebak Bandung, Andio, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warganya, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran dari penggunaan tabung gas.
“Terima kasih kepada Damkar. Warga jadi tahu cara memadamkan api, terutama dari tabung gas. Jadi tidak panik dan tahu alat apa yang bisa digunakan,” katanya.
Ia juga mengakui peran Damkartan selama ini cukup dirasakan masyarakat, tidak hanya dalam pemadaman kebakaran, tetapi juga evakuasi hewan berbahaya seperti ular hingga sarang tawon.
“Damkar sudah beberapa kali membantu warga di sini. Jadi kegiatan seperti ini memang sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, menyebut program Damkar Goes to RT merupakan bagian dari dukungan terhadap program Kampung Bahagia yang digagas Pemerintah Kota Jambi.
Menurutnya, konsep Kampung Bahagia tidak hanya berbicara soal kebersihan dan kenyamanan lingkungan, tetapi juga aspek keamanan dan kesiapsiagaan bencana.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga aman dari risiko kebakaran. Ini sejalan dengan semangat Kampung Bahagia,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi standar pelayanan minimal (SPM) sub urusan kebakaran, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 serta Perda Kota Jambi Nomor 08 Tahun 2003.
Dengan mengusung motto 5T (Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas), kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tapi juga subjek dalam pencegahan kebakaran. Karena keselamatan itu dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga,” tutup Mustari. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi).
Baca juga: Setahun Kepemimpinan Maulana–Diza, Program Kota Jambi Bahagia Mulai Tunjukkan Dampak Nyata