Ogah Intervensi Panitia Seleksi Sekda Kota Yogya, Hasto Wardoyo: Kami Hanya User
Yoseph Hary W April 16, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan komitmennya untuk tidak mencampuri urusan teknis penilaian dalam seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta yang tengah berlangsung.

​Meskipun memiliki kriteria khusus terkait pendampingnya di jajaran eksekutif nanti, Hasto menyerahkan sepenuhnya proses pengujian kepada Panitia Seleksi (Pansel) berisikan unsur Pemerintah Daerah DIY dan akademisi.

​"Ini yang menguji Pansel-nya provinsi ya. Jadi kalau saya kan nggak boleh itu (ikut campur). Saya kriterianya gitu aja, yang penting inovatif," cetusnya, Kamis (16/4/26).

Akan menerima hasil seleksi

​Hasto pun memposisikan Pemkot Yogyakarta sebagai user atau pengguna yang akan menerima hasil akhir dari kerja keras panitia seleksi.

Ia meyakini, proses yang independen di level provinsi akan menghasilkan sosok mumpuni tanpa adanya subjektivitas dari internal Pemkot Yogyakarta.

​Menurutnya, tujuh kandidat yang telah lolos seleksi administrasi, yang seluruhnya merupakan pejabat Pemkot Yogyakarta, seharusnya sudah memahami seluk-beluk dan dinamika di Kota Pelajar. 

Yakni, Agus Arif Nugroho, Agus Tri Haryono, Budi Santosa Asrori, Ignatius Trihastono, Octo Noor Arafat, Patricia Heny Dian Anitasari, dan Raden Roro Andarini.

​"Ini kan provinsi yang akan ngetes, yang akan menguji. Kami kan user yang nantinya sebagai penerima manfaat dari hasil (seleksi) oleh Pansel," terangnya.

Yang proaktif​

Mengenai profil yang diidamkan, mantan Kepala BKKBN RI tersebut menginginkan sosok Sekda yang proaktif dan mampu menerjemahkan visi pimpinan tanpa harus menunggu instruksi detail.

Bukan tanpa alasan, Hasto Bilang, tantangan pembangunan Kota Yogyakarta ke depan menuntut kreativitas tinggi untuk mengoptimalkan anggaran yang terbatas.

"Harapan saya itu yang tidak perli nuturi (ngajari). Jadi, kalau bisa mlaku dewe, bisa jalan sendiri. Sudah paham pekerjaan dan punya inovasi. Kan yang agak mahal itu inovasi, bagaimana membuat terobosan dengan budget yang ada tapi hasilnya optimal," urainya.

Terkait target rampungya seleksi Sekda Kota Yogyakarta, Hasto memproyeksikan tahapan uji kompetensi dan presentasi akan bergulir hingga akhir April 2026. 

Jika seluruh proses wawancara oleh Pansel berjalan lancar pada awal Mei, dirinya optimis nama-nama terbaik sudah terjaring di pertengahan bulan depan.

​"Mungkin kalau prosesnya lancar semuanya, pertengahan Mei sudah selesai. Bisa jadi, di akhir Mei atau awal Juni sudah bisa pelantikan," pungkasnya.

Verifikasi berkas

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta, Sarwanto memaparkan, Pansel sudah melakukan verifikasi berkas untuk menilai kelayakan persyaratan kedelapan kandidat yang masuk bursa calon Sekda.

Adapun Pansel berisi figur-figur lintas kalangan, yang terdiri dari lima orang dengan komposisi ganjil untuk menjaga independensi proses penilaian.

Bertindak sebagai Ketua Pansel adalah Sekda DIY, dengan anggota melibatkan unsur akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

​Jika seluruh tahapan berjalan mulus tanpa kendala, publik tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui siapa saja kandidat yang bakal masuk tiga besar.

​"Mudah-mudahan tidak mundur, ya. Targetnya untuk (pengumuman) tiga besar itu nanti di sekitaran bulan Mei," ungkap Sarwanto. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.