SURYA.co.id – Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) resmi membuka rekrutmen Manajer Koperasi tahun 2026 dengan total 30.000 formasi.
Pendaftaran dimulai sejak 15 April 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 24 April 2026 melalui portal resmi phtc.panselnas.go.id.
Program ini langsung menarik perhatian masyarakat luas.
Namun, di tengah tingginya minat pelamar dari berbagai daerah, sejumlah kendala teknis mulai bermunculan.
Salah satu yang paling banyak dikeluhkan adalah error saat proses swafoto (selfie) yang menjadi bagian penting dalam verifikasi data peserta.
Berdasarkan keluhan yang dihimpun SURYA.co.id dari Instagram resmi @kemenkop, diketahui bahwa kendala yang paling sering terjadi adalah swafoto error.
Yakni tampilan wajah di layar yang terpotong (ter-crop) atau gambar yang gagal diunggah ke dalam formulir pendaftaran.
Masalah teknis pada tahap swafoto menjadi sorotan utama para peserta.
Tidak sedikit pelamar yang mengaku kesulitan menyelesaikan proses ini karena sistem tidak menampilkan hasil foto secara sempurna atau gagal memproses unggahan.
Situasi ini diduga terjadi akibat tingginya trafik pengguna yang mengakses portal secara bersamaan, sehingga memengaruhi performa sistem pendaftaran.
Bagi pelamar yang mengalami kendala serupa, ada beberapa solusi yang dapat dicoba agar proses pendaftaran tetap berjalan lancar.
Jika tampilan wajah terlihat terpotong, kemungkinan besar masalah berasal dari rasio kamera.
Cobalah mengatur ulang posisi duduk dan jarak dari perangkat, lalu lakukan swafoto ulang hingga wajah terlihat utuh dalam bingkai.
Baca juga: Jika Lolos Akan Jadi Pegawai BUMN, Begini Cara Daftar Manajer Kopdes Merah Putih 2026, Cek Syaratnya
Salah satu trik yang disebut efektif oleh peserta adalah mengakses situs menggunakan ponsel dengan fitur “Situs Desktop”.
Meski tampilan saat swafoto terlihat tidak sempurna, hasil akhir yang diproses sistem biasanya tetap utuh dan proporsional.
Gangguan saat swafoto juga bisa dipicu koneksi yang tidak stabil. Pastikan jaringan internet dalam kondisi baik sebelum mengambil gambar.
Setelah foto diambil, segera masukkan kode captcha dan klik tombol “Input” atau “Simpan”.
Dalam beberapa kasus, foto sebenarnya berhasil terunggah setelah langkah ini dilakukan.
Lonjakan akses pengguna berpotensi menyebabkan bug tampilan.
Untuk mengatasinya, lakukan refresh halaman agar sistem memuat ulang fitur kamera dengan lebih optimal.
Jika fitur kamera tidak merespons atau proses upload terhenti, cobalah keluar dari akun terlebih dahulu.
Setelah beberapa menit, login kembali untuk memperbarui sesi di server.
Perlu diingat, masa awal pendaftaran biasanya diwarnai lonjakan pengunjung. Hal ini membuat server lebih rentan mengalami gangguan.
Jika berbagai cara belum berhasil, disarankan mencoba kembali di luar jam sibuk, seperti tengah malam atau menjelang Subuh.
Dengan jumlah formasi yang mencapai puluhan ribu, rekrutmen ini menjadi peluang besar bagi masyarakat. Meski demikian, pelamar diimbau tetap tenang dan tidak panik saat menghadapi kendala teknis.
Mengikuti langkah-langkah di atas dapat membantu memperlancar proses pendaftaran, khususnya pada tahap swafoto yang menjadi syarat wajib.
Proses pendaftaran dilakukan secara online dengan tahapan sebagai berikut:
1. Membuat akun dan registrasi melalui https://pendaftaran-phtc.panselnas.go.id/
2. Data peserta akan diverifikasi, termasuk validasi kependudukan dan ijazah
3. Seleksi administrasi dilakukan oleh pihak terkait
4. Peserta yang lolos akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan
5. Setelah tahap administrasi, peserta akan menjalani:
Hasil seleksi akan ditentukan berdasarkan nilai ambang batas dan kebijakan afirmasi yang berlaku.
Menteri Koordinator (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan menyebut, mereka yang lolos seleksi Manajer Kopdes akan menjadi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
Dia menegaskan, rekrutmen ini bertujuan untuk mencari sosok-sosok yang kompeten dalam mengelola Kopdes Merah Putih dan KNMP.
"Pemerintah, melalui Panitia Seleksi Nasional SDM PHTC, akan membuka rekrutmen untuk putra-putri terbaik Indonesia untuk ikut serta dalam pengelolaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih," kata Zulhas, dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Rabu (15/4/2026).
Zulhas merinci, 35.476 lowongan kerja (loker) tersebut terdiri dari 30.000 lowongan untuk posisi manajer Kopdes Merah Putih, yang nantinya berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Sedangkan 5.476 lowongan lainnya dibuka untuk posisi pegawai KNMP, dengan status kepegawaian di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Dalam proses rekrutmen tersebut, pemerintah akan menjalankan seleksi terbuka.
"Selain itu, kami tegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi ini tidak dipungut biaya apapun," ucap dia.
Zulhas mengeklaim, pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui situs resmi tersebut.
Dia memastikan proses seleksi akan berlangsung secara adil.
Zulkifli turut mengimbau calon pelamar untuk mewaspadai berbagai bentuk penipuan yang menjanjikan kelulusan tanpa melalui proses seleksi resmi.
"Tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan. Bila ada pihak yang minta imbalan, nanti janji lulus, nah itu berarti menipu, berbohong," ujar Zulhas.