Pasrah Nelayan saat Terjebak di Tengah Laut dengan Mesin Rusak dan Logistik Makanan Habis
Akmal KhoirulHabib April 16, 2026 07:57 PM

- Syamsir (52), nelayan Karimun yang sempat hilang kontak di perairan Takong Hiu, ceritakan pengalamannya bisa kembali pulang ke rumah.

Warga Karimun itu sebelumnya sempat terombang-ambing di laut kurang lebih 16 jam, akibat mesin kapalnya rusak. Komunikasi juga terputus. Ia hilang kontak.

Syamsir menyebut, semula saat berangkat pergi melaut untuk menjaring ikan, Kamis (26/3/2026) sore, kapal yang ia gunakan tidak ada kendala sama sekali.

“Pada saat berangkat belum terjadi apa-apa. Pukul 17.30 WIB, kondisi mesin ini sudah berat bunyinya. Saya berpikir ini tak sempat saya mau mencampak jaring ikan," ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Sekitar 1 mil dari perairan Takong Hiu, Syamsir mulai membentangkan jaring ikannya. Setelah itu, ia menghubungi pihak keluarga untuk mengabari telah terjadi kerusakan mesin.

Ia juga meyakinkan keluarganya bisa kembali secara perlahan.

Selama waktu menunggu itu, ia hanya minum air putih dan perbekalan makanan yang ada saat awal berangkat.

Syamsir sempat ingin membuat kopi di atas perahu, tetapi gas yang tersedia sudah habis.

“Ada nasi yang dibawa, tapi tidak ada selera saya mau makan. Saya kepikiran mesin kapal yang bermasalah ini," ujarnya.

Hingga pukul 02.00 WIB, Jumat (27/3/2026), ia mulai menarik jaring yang dibentangkannya.

Saat itu cuaca di tengah laut angin lumayan kuat.

Syamsir hanya bisa pasrah, dengan kemungkinan perahunya akan hanyut ke daerah Rangsang atau bagian hutan bakau.

“Saya sudah pasrah saja. Hanya satu yang saya takutkan, masuk ke line kapal-kapal besar, tapi Alhamdulillah waktu itu angin utara bukan angin barat. Karena kalau angin barat ini bisa jadi kita masuk ke wilayah Malaysia," ujarnya.

Setelah semua jaring selesai ditarik, dan tiba saatnya pulang pagi harinya, mesin kapal telah mati total.

Syamsir menjelaskan setelah kejadian itu, ia menurunkan jangkar dan mulai pasrah dengan hanya memakan roti jagung dan minum air putih sembari menunggu kapal yang lewat untuk meminta pertolongan.

"Saya pasrah saja lah lagi, menunggu kapal yang lewat. Entah kapal yang mau ke Selat Panjang atau kemana, yang penting kita bisa sampai ke daratan,” tuturnya.

Hingga sekitar pukul 10.00 WIB, penantian Syamsir membuahkan hasil. Sebuah kapal kargo melintas di dekat perahunya. Kesempatan itu tidak disia-siakan Syamsir. Ia naik ke atas deck kapalnya dan melampai ke arah kapal kargo tersebut.

Aksi Syamsir mendapat respons positif dari awak kapal kargo. Awalnya mereka menawarkan oli kepada Syamsir dan berakhir dengan pengantaran hingga ke Takong hiu.

Di situlah Syamsir bertemu dengan Tim Basarnas Tanjung Balai Karimun yang mencarinya.

Dengan kejadian, ada pengalaman berharga yang didapat pria yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai nelayan itu. Ia akan lebih memperhatikan kondisi kapal, sebelum berangkat melaut.(*)

 

 

Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Batam
Editor: Akmal Khoirul Habib

#saksikata #nelayan #hilangkontak #nelayanhilangkontak #takonghiu #timsar #basarnas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.