2 SMPN Baru di Surabaya Belum Bisa Terima Murid Baru, Bangunan Masih Kerangka Tanpa Atap
Ndaru Wijayanto April 16, 2026 08:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Faiq Nuraini

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua sekolah menengah pertama negeri (SMPN) baru di Surabaya dipastikan belum dapat menerima siswa baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Juni 2026.

Kedua sekolah tersebut berada di kawasan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, dan Waru Gunung, Kecamatan Karangpilang. 

Dua gedung sekolah di jenjang SMP itu ternyata saat ini masih berupa kerangka dan bangunan tanpa atap. Belum berupa bangunan sekolah lengkap dengan kelas.

Masih perlu waktu setidaknya setahun ini untuk menuntaskan gedung. Setidaknya tahun ajaran 2027, gedung yang sudah terbangun itu layak menerima siswa baru.

"Kami semua juga menduga bahwa sudah berupa bangunan lengkap dengan kelas. Tinggal fasilitas dan sarapan prasarana mebeler dan guru. Ternyata masih jauh," ungkap Ketua Komisi D DPRD Surabaya dr Akmarawita Kadir, Kamis (16/4/2026).

Akma bersama anggota Komisi D memang turun ke lokasi pembangunan gedung SMPN baru. Dugaan anggota dewan yang membidangi Kesra, Pendidikan, dan Kesehatan itu ternyata keliru.

Baca juga: SPMB 2026 Jatim Resmi Diluncurkan, Ada Golden Ticket untuk Ketua OSIS dan Penghafal Quran

Akma mengakui bahwa pihaknya menyoroti khusus perencanaan yang harus dioptimalkan. Sebagai fungsi pengawasan, DPRD juga mestinya mengawal dan memantau hingga ke lokasi.

"Selama ini laporan dari Dinas Pendidikan selalu mengupayakan akan mengoperasikan SMPN baru 2026. Tapi nyatanya tidak karena bangunan masih belum tuntas," kata Akma.

Jadi Sorotan

Kondisi tersebut menjadi sorotan Komisi D DPRD Surabaya setelah pada APBD 2025 lalu menyetujui anggaran untuk pembangunan 3 SMPN baru. Namun dipastikan satu SMPN baru di Tambak Wedi dipastikan gagal karena tak tergarap kontraktor.

Harapannya dua SMPN baru yakni di Medokan Ayu dan Waru Gunung bisa tuntas. Meski warga di sekitar wilayah ini sangat berharap ada SMPN. Layanan pendidikan yang makin menjangkau masyarakat.

"Saya pikir Rp 8,5 miliar anggaran APBD 2025 kemarin sudah menuntaskan bangunan sekolah dan kelas. Tapi masih kerangka dan pagar tembok," reaksi anggota Komisi D Imam Syafii.

Mestinya sejak awal perencanaan harus detail dan lebih cermat. Kondisi gedung tersebut tidak sesuai hasil rapat sebelumnya di Komisi D. Bahwa gedung baru akan tuntas dan diupayakan bisa menerima murid baru.

Meski begitu, tahun ini sudah dianggarkan untuk gedung SMPN baru itu untuk penuntasan. Imam menyebut telah dianggarkan Rp 4,1 miliar pada 2026 ini.

Apakah akan tuntas lengkap dengan lantai, dinding dan satu lantai di lantai tiga? Akan dikawal ketat. Harapannya di akhir tahun bisa kelar. Meski sampai saat ini proses lelang masih masa sanggah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.