Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, membuka Salam Fest X Moluccas Digifest 2026 di Taman Pattimura, Ambon, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi difokuskan pada penguatan ekonomi syariah dan percepatan digitalisasi di Maluku.
Acara yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Maluku bersama Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon ini diikuti puluhan pelaku UMKM yang memamerkan produk mereka, sekaligus mendorong transaksi menggunakan sistem pembayaran digital.
Baca juga: Tolak Pemindahan, Massa Aksi Minta Sidang Bripda Siahaya Tetap Digelar Tual
Baca juga: Diselundupkan Penumpang KM Dorolonda, Polisi Sita 32 Liter Sopi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya peran ekonomi syariah dan digitalisasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang pada triwulan IV 2025 mencapai 5,44 persen (year on year).
Menurutnya, kedua sektor tersebut menjadi kunci dalam memperkuat UMKM dan memperluas akses pasar.
“Digitalisasi adalah kebutuhan. Sistem pembayaran modern akan menciptakan efisiensi dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Dhita Aditya Nugraha, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju FESYAR Kawasan Timur Indonesia dan FEKDI.
Fokusnya adalah meningkatkan literasi ekonomi syariah serta penggunaan pembayaran digital seperti QRIS.
“Kami mendorong pelaku UMKM, khususnya di sektor modest fashion dan halal food, agar lebih kompetitif dan memiliki akses pembiayaan yang lebih luas,” katanya.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan peluncuran sistem pembayaran digital di tiga titik ruang publik di Kota Ambon sebagai bagian dari penguatan ekosistem keuangan digital.
Rangkaian acara diisi dengan edukasi ekonomi syariah, promosi digitalisasi, serta pameran produk unggulan UMKM lokal.(*)