BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Petani di Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan mulai memanen padi lokal jenis Siam Serindit dengan masa tanam sekitar lima bulan.
Salah satunya Abdul Hadi, warga Desa Lawahan, yang mengaku hasil panen tahun ini cukup baik dengan harga jual mencapai Rp10.000 per kilogram, Kamis (16/4/2026).
Suasana panen tampak di lahan persawahan milik Abdul Hadi di Kecamatan Tapin Selatan.
Padi lokal Siam Serindit yang ditanamnya sudah memasuki masa panen setelah kurang lebih lima bulan masa tanam.
Abdul Hadi menyebutkan, luas lahan yang digarapnya mencapai sekitar 10 borong.
Baca juga: Tapin Sumbang 137 Kasus PHK di Kalsel, Didominasi Sektor Tambang Batu Bara
Baca juga: Soal Pembayaran Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Asli, Dirlantas Polda Kalsel Buka Suara
Dari lahan tersebut, hasil panen dinilai cukup memuaskan meskipun belum seluruhnya dihitung secara rinci.
“Kurang lebih 10 borong lah yang ditanam. Ini sudah mulai panen, tapi belum dihitung totalnya,” ujarnya.
Untuk hasil panen, sebagian akan dijual dan sebagian lagi disimpan. Harga gabah atau beras di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp10.000 per kilogram.
“Harga pasaran sekitar Rp10.000 sekilo, jadi lumayan,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, hasil panen belum seluruhnya disalurkan ke Bulog dan masih menunggu keputusan lebih lanjut terkait penjualan.
Abdul Hadi yang berasal dari Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, berharap adanya perhatian dari pemerintah, khususnya dalam hal ketersediaan benih bagi petani.
“Harapannya kalau bisa petani ini lebih diperhatikan, terutama bantuan benih. Masih banyak yang belum tersedia,” harapnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani di daerahnya.
Dengan kondisi harga yang cukup baik saat ini, para petani berharap hasil panen bisa memberikan keuntungan yang layak sekaligus menjadi motivasi untuk musim tanam berikutnya.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)