ISKI Korwil Riau Resmi Dilantik, Dorong Komunikasi Publik yang Sehat di Era Digital
Muhammad Ridho April 16, 2026 10:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Koordinator Wilayah Riau periode 2025-2029 menjadi momentum dalam memperkuat peran insan komunikasi di tengah derasnya arus digitalisasi. Kegiatan ini dirangkaikan dengan talk show bertema Masa Depan Profesi Komunikasi Indonesia: Akademisi, Praktisi, dan Kreator dalam Ekosistem Digital yang digelar di Aula Rektorat Universitas Riau, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi komunikasi, hingga perwakilan pemerintah daerah. Selain sebagai ajang pelantikan kepengurusan baru, forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka untuk membahas tantangan dan peluang profesi komunikasi di era digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau, Mexsasai Indra, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar ISKI dapat berperan aktif dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan kondusif di tengah dinamika informasi saat ini.

"Semoga kehadiran ISKI mampu memberikan suasana yang adem, kondusif di ruang publik, serta menghadirkan pencerahan kepada masyarakat melalui komunikasi yang baik dan bertanggung jawab," ujarnya.

Menurutnya, peran sarjana komunikasi saat ini tidak hanya sebatas menyampaikan pesan, tetapi juga menjadi penyeimbang dalam arus informasi yang semakin cepat dan kompleks. Ia menilai keberadaan organisasi profesi seperti ISKI sangat penting dalam menjaga kualitas komunikasi publik.

Ketua ISKI Korwil Riau, Welly Wirman dalam sambutannya menyampaikan, pelantikan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi sarjana komunikasi, khususnya dari Universitas Riau, dalam menjawab tantangan masa depan profesi komunikasi di Indonesia.

"Tema yang kita angkat sangat relevan dengan kondisi saat ini. Masa depan profesi komunikasi tidak hanya milik akademisi, tetapi juga praktisi dan kreator yang berada dalam ekosistem digital," imbuhnya.

Ia menambahkan, saat ini komunikasi tidak lagi sekadar aktivitas penyampaian pesan, melainkan juga berperan dalam membentuk makna dan opini publik. Oleh karena itu, dibutuhkan kompetensi, integritas, serta kemampuan adaptasi yang tinggi bagi setiap insan komunikasi.

"Ke depan, profesi komunikasi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan lisan, tetapi juga dituntut mampu mengelola informasi secara bijak di tengah derasnya arus digitalisasi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum ISKI Pusat, Atwar Bajari, menegaskan bahwa pelantikan pengurus ISKI di Riau merupakan bagian dari upaya memperkuat pengembangan komunikasi di daerah.

Ia berharap, kehadiran ISKI dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun komunikasi publik yang sehat, serta meningkatkan martabat masyarakat melalui praktik komunikasi yang bertanggung jawab.

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Riau, Supriyadi, menilai ISKI sebagai wadah strategis bagi para profesional dan sarjana komunikasi untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas komunikasi di berbagai sektor.

"ISKI diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang bermanfaat, baik bagi pemerintah maupun masyarakat luas dalam mendorong pembangunan daerah," ulasnya.

Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi saat ini, terutama terkait maraknya penyebaran hoaks di era digital. Menurutnya, peran insan komunikasi sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Melalui pelantikan dan talk show ini, ISKI Korwil Riau diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun ekosistem komunikasi yang sehat, adaptif, dan berintegritas di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

( Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.