TRIBUNBATAM.id, BATAM - Suasana duka menyelimuti TPU Sei Temiang, Batuaji, Kota Batam saat Ipda Supriadi atau "Bang Joker" dimakamkan, pada Kamis (16/4/2026) sore.
Jenazah almarhum tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 16.30 WIB dari rumah duka di Batam Kota.
Pantauan di lokasi ratusan pelayat dari berbagai kalangan tampak memadati area pemakaman.
Mereka yang hadir mulai dari anggota kepolisian, sahabat, hingga masyarakat yang selama ini mengenal sosok "Joker" sebagai pribadi yang hangat dan dekat dengan siapa saja.
Prosesi pemakaman dilaksanakan secara kedinasan dan dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei, dengan rangkaian upacara yang berlangsung khidmat dan penuh penghormatan.
Apel persada diawali dengan pembacaan riwayat hidup almarhum, yang mengisahkan perjalanan panjang pengabdiannya sejak awal menjadi anggota Polri hingga dikenal luas sebagai sosok humanis di tengah masyarakat.
Dalam apel persada, inspektur upacara menyampaikan penghormatan terakhir atas nama negara dan institusi Polri kepada almarhum.
"Atas nama negara dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, kami mempersembahkan kepada persada ibu pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum," ujar Nona Pricillia.
Ia menyebutkan, almarhum Ipda Supriadi, yang menjabat sebagai Ps Paur 2 Subbid Mulmed Bidhumas Polda Kepri, telah meninggal dunia pada Kamis, 16 April 2026, pukul 00.30 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.
"Almarhum meninggal dunia demi kepentingan dan keluhuran negara dan bangsa" lanjutnya.
Ia juga berharap seluruh pengabdian yang telah dijalani almarhum dapat menjadi teladan bagi anggota lainnya.
"Semoga jalan darma bakti yang ditempuh dapat menjadi suri teladan bagi kita semua, serta arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka," tutupnya.
Detik-detik penurunan jenazah ke liang lahat menjadi momen menggetarkan, lantunan adzan dan iqamah terdengar di dekat liang lahat.
Secara agama islam hal ini dilakukan mengiringi detik-detik terakhir sebelum jenazah ditutup tanah, seakan menjadi panggilan perpisahan yang penuh makna bagi almarhum.
Lalu setelahnya suara tembakan salvo menggema di udara sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum.
Setelah itu liang lahat mulai ditutup, keluarga inti diberi kesempatan untuk mendekat dan memberikan penghormatan terakhir dengan menaburkan bunga di atas pusara yang masih basah.
Sang istri tampak harus dipapah oleh kerabat saat melangkah mendekati makam suaminya, dengan raut wajah yang tak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam.
Dengan tangan gemetar, ia menaburkan bunga setaman sambil menunduk, seolah masih sulit menerima kenyataan bahwa sosok yang begitu dekat dalam hidupnya kini telah tiada.
Sementra itu pria kelahiran Sidempuan 1979 itu memiliki dua putri dan satu putra.
Mereka tampak berdiri di sisi pusara dengan wajah penuh duka, berusaha tegar meski air mata terus mengalir tanpa henti.
Di sekitar lokasi, para pelayat bergantian memberikan penghormatan terakhir, menaburkan bunga dan memanjatkan doa
Angin sore yang berhembus pelan seolah ikut membawa doa-doa yang dipanjatkan, mengiringi kepergian sosok “Joker” yang selama ini dikenal membawa tawa dan kehangatan bagi banyak orang.
Kini, di atas pusara yang telah tertutup rapi, Ipda Supriadi mungkin telah pergi, namun kenangannya, kebaikan, dan cara ia menyentuh banyak orang akan terus hidup dalam ingatan mereka yang pernah mengenalnya. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)