Sinergi Damkar dan BBKSDA: Trenggiling Dewasa Bisa Dievakuasi dari Pemukiman di Trowulan Mojokerto
Sudarma Adi April 16, 2026 11:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, melalui Resort Konservasi Wilayah 09 Mojokerto merescue Trenggiling Jawa satwa liar dilindungi.

Hewan berjuluk Manis Javanica ini, ditemukan warga di kawasan Dusun Mulyorejo, Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Sebelum diserahkan ke petugas BBKSDA Jatim, Trenggiling tersebut dievakuasi oleh Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Tragedi Proyek Renovasi: Pekerja Bangunan di Mojokerto Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Atap Rumah

Penemuan di Pos Ronda Tengah Malam

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, pihaknya menyerahkan langsung satwa langka Trenggiling) dilindungi kepada petugas BBKSDA Provinsi Jatim.

Penyerahan hewan langka ini dilakukan di halaman Kantor BPBD Kabupaten Mojokerto di Jl Jabon, pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB.

"Petugas Damkar kami berkoordinasi dengan BBKSDA Jatim mengevakuasi satwa langka Trenggiling, yang ditemukan warga di Desa Wonorejo, Trowulan," ujar Rinaldi.

Dikatakan Rinaldi, petugas Damkar BPBD berkolaborasi dengan BBKSDA menanggapi laporan dari masyarakat terkait permintaan evakuasi hewan Trenggiling.

"PMK BPBD menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Satwa langka Trenggiling berhasil dievakuasi, Rabu (15/4) sekira pukul 01.05 WIB dini hari," pungkas Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto.

Polisi Kehutanan Pemula BBKSDA Jatim, Deswara Hergo Pamadya menjelaskan, sekelompok pemuda menemukan seekor Trenggiling saat berkumpul di pos ronda tengah malam, pada Selasa (14/4).

Saat itu, Trenggiling berjalan di depan pos mengarah ke lahan kosong dekat aliran sungai kecil yang bermuara di Sungai Brantas.

Penemuan hewan langka ini terjadi larut malam karena keterbatasan akses sehingga evakuasi dilakukan oleh Damkar BPBD.

"Masyarakat mengetahui Trenggiling satwa dilindungi, mereka segera menghubungi BKSDA. Kita bekerjasama dengan mitra seperti BPBD dan Damkar untuk mengamankan hewan tersebut," jelasnya.

Baca juga: Kenalan Lewat TikTok, Motor Wanita di Mojokerto Dibawa Kabur Pelaku Saat Lagi Pesan Bakso

Deswara mengungkapkan, Trenggiling yang diselamatkan ini berusia dewasa memiliki berat sekitar 3-4 Kilogram dan belum diketahui jantan atau betina.

Trenggiling tersebut kemudian dibawa ke unit penyelamatan UPS (Unit Penyelamatan Satwa) di Juanda untuk dipantau kesehatannya oleh 2 dokter hewan.

Apabila dirasa kondisinya memungkinkan maka Trenggiling akan dilepas ke alam liar.

Langkah alternatif, jika tidak hewan dilindungi ini akan diserahkan ke kebun binatang atau tempat penakaran yang memiliki izin (Lembaga konservasi).

"Trenggiling ini basisnya penemuan bukan peliharaan," ungkapnya.

Deswara menambahkan, Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu daerah paling banyak penyerahan Trenggiling untuk direscue.

Sebelumya, petugas BBKSDA Jatim menyelematkan Trenggiling di kawasan Sooko, Kabupaten Mojokerto, pada Maret 2026.

"Trenggiling ini ditemukan di area yang dulunya pemukiman lama dan dekat aliran sungai. Penemuan ini bukan dari peliharaan, melainkan dari habitat aslinya," tukasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.