POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Di bawah naungan tenda yang terpasang di halaman SMK Stannia Manggar, Kamis (16/4/2026) suasana khidmat menyelimuti prosesi pengukuhan dan pelantikan pengurus Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Cabang Belitung Timur periode 2026-2029.
Deretan kursi plastik yang terisi penuh oleh tamu undangan dan para pengurus menjadi bukti lahirnya kepemimpinan baru.
Di barisan paling depan, Woro Hapsari Candra Dewi tampak berdiri tegak. Mengenakan jas cokelat AAI yang rapi, ia maju saat namanya dan puluhan pengurus lainnya dipanggil untuk berbaris di hadapan para tamu undangan.
Momen puncak terjadi saat Ketua Umum Pengurus Nasional AAI, Andi Kasman melangkah maju untuk memandu sumpah pelantikan.
Kibaran bendera tersebut secara resmi menandai dimulainya masa bakti Woro sebagai Ketua AAI Cabang Belitung Timur untuk tiga tahun kedepan.
Saat ditemui usai acara, Woro mengungkapkan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar. Baginya, AAI adalah rumah bagi para arsiparis untuk saling menguatkan peran dalam tata kelola pemerintahan.
"Tentu ini menjadi tantangan baru bagi saya dan kawan-kawan pengurus yang baru dilantik. Fokus utama kami adalah bagaimana membawa AAI Belitung Timur menjadi organisasi yang lebih solid dan memberikan dampak nyata," ujar Woro.
Woro menyadari bahwa selama ini profesi arsiparis sering kali dianggap sebagai pekerjaan di balik layar yang kurang terlihat. Oleh karena itu, ia bertekad untuk menunjukkan bahwa kearsipan adalah jantung dari penyelamatan sejarah daerah.
Woro mengatakan dalam periode kepemimpinannya, peningkatan kompetensi anggota akan menjadi prioritas utama. Woro ingin setiap arsiparis di Belitung Timur memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan pemahaman teknologi yang mumpuni di tengah digitalisasi saat ini.
"Arsiparis masa kini tidak bisa hanya berkutat pada tumpukan kertas saja. Kita harus mulai bertransformasi ke arah digital. Inilah yang akan kami dorong dalam program kerja ke depan," ucapnya.
Selain hal tersebut, Woro juga menyoroti pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah. Baginya, dukungan dari para pemangku kebijakan sangat krusial agar penyelamatan arsip di Belitung Timur bisa berjalan secara berkelanjutan.
Woro berharap para pengurus yang baru saja dikukuhkan bersamanya tadi tetap menjaga semangat yang sama hingga akhir masa jabatan. Baginya, kerja tim adalah kunci suksesnya sebuah organisasi profesi.
"Saya berpesan kepada kawan-kawan yang baru dilantik, mari kita bekerja dengan hati. Penandatanganan tadi bukan sekadar formalitas, tapi janji kita untuk menjaga marwah profesi arsiparis di Belitung Timur," ungkapnya.
Woro juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran langsung Ketua Umum Pengurus Nasional AAI. Baginya, kehadiran pimpinan pusat merupakan suntikan motivasi luar biasa bagi pengurus cabang.
Woro berharap kedepannya AAI Belitung Timur bisa lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat maupun instansi mengenai pentingnya pengelolaan arsip yang baik sejak dini. Woro tidak ingin ada lagi dokumen sejarah yang hilang karena kelalaian pengelolaan.
"Kearsipan itu adalah bukti sejarah. Jika arsipnya hilang, sejarahnya juga bisa hilang. Itulah mengapa peran kami di sini sangat vital untuk masa depan generasi Belitung Timur," ujarnya.
Bagi Woro, pelantikan ini hanya langkah awal dari proses panjang dalam dunia kearsipan. Tugas besar sekarang menantinya, memastikan setiap dokumen tersimpan secara aman.
"Mohon doa dan dukungannya dari semua pihak agar kami bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," tutup Woro.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)