SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa para pemimpin Israel dan Lebanon telah sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari, yang dijadwalkan berlaku mulai pukul 21.00 GMT.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan dirinya mengadakan “percakapan yang sangat baik” dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
“Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa, demi mencapai PERDAMAIAN antarnegara mereka, gencatan senjata 10 hari akan resmi dimulai pada pukul 5 sore waktu setempat AS (EST),” tulis Trump, Kamis (16/4/2026).
Trump juga menyebut telah mengarahkan Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk bekerja sama dengan kedua negara guna mendorong perdamaian yang berkelanjutan.
Baca juga: VIDEO Rudal dari Lebanon Hujani Israel, Hizbullah Klaim Jadikan Serangan Balasan
Pengumuman tersebut muncul setelah harian Israel Haaretz melaporkan bahwa militer Israel bersiap mengumumkan gencatan senjata di Lebanon pada Kamis.
Menurut laporan itu, gencatan senjata diperkirakan berlaku antara pukul 19.00 hingga tengah malam waktu setempat.
Pejabat militer Israel disebut telah melakukan persiapan untuk menghentikan permusuhan pada Kamis malam, dengan para komandan senior diminta menyiapkan pasukan yang dikerahkan di Lebanon selatan menghadapi kemungkinan gencatan senjata.
Sebelumnya, lembaga penyiaran publik Israel melaporkan bahwa Kabinet Keamanan telah membahas permintaan AS terkait gencatan senjata selama pertemuan pada Rabu malam, namun pertemuan itu berakhir tanpa pengumuman resmi.
Trump pada Rabu juga menyatakan bahwa Washington berupaya menciptakan “sedikit ruang bernapas” antara Israel dan Lebanon. “Sudah lama sejak kedua pemimpin berbicara—sekitar 34 tahun. Itu akan terjadi besok,” tulisnya.
Pengumuman ini menyusul pembicaraan yang dimediasi AS antara delegasi Lebanon dan Israel pada Selasa di Departemen Luar Negeri AS di Washington.
Kelompok Hizbullah tidak terwakili dalam pertemuan tersebut dan menolak langkah tersebut.
Kedua pihak sepakat memulai perundingan perdamaian langsung, dengan waktu dan lokasi yang akan ditentukan kemudian.
Kesepakatan ini dicapai di tengah berlanjutnya pendudukan Israel di wilayah Lebanon selatan, sebagian telah berlangsung selama beberapa dekade dan sebagian lainnya sejak perang 2023–2024.(*)