Trump Umumkan Gencatan Senjata 10 Hari di Libanon, Israel-Hizbullah Tarik Napas
Budi Sam Law Malau April 17, 2026 01:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM – Di tengah bara api yang masih menyelimuti Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan kelompok Hizbullah di Libanon.

Keputusan ini mulai berlaku efektif pada Kamis (16/4/2026) pukul 17.00 waktu setempat dan merupakan sebuah langkah yang diharapkan menjadi pembuka jalan bagi perdamaian total dalam perang besar antara AS dan Iran.

Pengumuman ini menyusul upaya intensif Gedung Putih untuk memberikan ruang bernapas di perbatasan utara Israel.

Baca juga: Inggris Ingatkan Trump Agar Selat Hormuz Tidak Dikuasai Iran, Desak Libanon Masuk Gencatan Senjata

Melalui platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah memfasilitasi komunikasi antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Menurutnya pertemuan ini sebuah interaksi langsung pertama antara pemimpin kedua negara dalam 34 tahun terakhir.

"Mencoba mendapatkan sedikit ruang bernapas antara Israel dan Lebanon. Sudah lama sekali sejak kedua pemimpin berbicara. Ini akan terjadi besok. Bagus!" tulis Trump.

Ia bahkan telah mengundang kedua pemimpin tersebut ke Gedung Putih untuk memulai pembicaraan damai formal.

Hizbullah Bersyarat, Lebanon Menyambut Hangat

Seorang pejabat tinggi Hizbullah menyatakan bahwa kelompoknya akan mematuhi kesepakatan tersebut selama Israel menghentikan seluruh serangan udaranya.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyambut baik langkah ini dan menyampaikan terima kasih kepada negara-negara mediator termasuk AS, Prancis, Arab Saudi, dan Mesir.

Gencatan senjata ini sangat krusial mengingat serangan Israel selama enam minggu terakhir telah menewaskan sedikitnya 2.196 orang dan memaksa lebih dari 1,2 juta warga Lebanon mengungsi.

Kehancuran infrastruktur, termasuk rumah ibadah dan pemukiman warga, telah menjadi titik kritis yang mengancam keberlangsungan gencatan senjata global antara AS dan Iran.

Baca juga: Darah Dua Penjaga Perdamaian PBB Tumpah di Libanon: Markas Ghana Hancur Dirudal, Dunia Mengecam!

Nasib Perang AS-Iran di Ujung Tanduk

Meskipun Lebanon kini memasuki masa tenang sementara, Pentagon menegaskan bahwa militer AS tetap dalam posisi 'mengisi ulang peluru' (rearming).

Ketua Kepala Staf Gabungan memperingatkan bahwa blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran akan tetap diperketat, dan penggunaan kekuatan militer siap dilakukan terhadap kapal mana pun yang mencoba melanggar aturan tersebut.

Nasib akhir perang ini kini bergantung pada putaran negosiasi kedua yang rencananya akan digelar di Pakistan.

Dengan Libanon yang mulai tenang, hambatan terbesar dalam meja perundingan antara Washington dan Teheran dianggap telah tersingkir.

Dunia kini menanti apakah gencatan senjata 10 hari ini akan menjadi awal dari perdamaian abadi atau sekadar jeda sebelum badai yang lebih besar kembali datang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.