Menuju Net Zero 2060, TNI AL Mulai Gunakan Bus Listrik untuk Mobilitas Prajurit
Bobby Wiratama April 17, 2026 02:17 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) kini resmi memasuki era mobilitas bersih.

Dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, TNI AL memperkenalkan armada bus listrik perdana sebagai langkah konkret mendukung target Net Zero Emission 2060, Rabu (16/4/2026).

Langkah strategis ini mengukuhkan posisi TNI AL sebagai pelopor transformasi kendaraan ramah lingkungan di instansi militer Indonesia.

Selain memodernisasi sarana operasional, transisi ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan menekan ketergantungan pada BBM impor.

Spesifikasi Tangguh di Medan Ekstrem

Bus listrik tipe heavy duty berbobot 15,2 ton ini bukan kendaraan biasa.

Dirancang untuk durabilitas tinggi, armada ini menggendong baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 255 kWh yang mampu melesat hingga 100 km/jam.

Keamanan prajurit menjadi prioritas utama.

Sebelum resmi beroperasi, bus berkapasitas 33 kursi ini telah lolos serangkaian uji coba ekstrem, mulai dari uji getaran, kejut mekanis, hingga uji ketahanan terhadap api dan perendaman air.

Fitur keselamatannya pun sangat canggih, meliputi:

  • Sistem Pemadam Otomatis: Terpasang di ruang baterai dan kontrol.
  • Keamanan Digital: Dilengkapi GPS tracking, battery monitoring, dan 12 titik kamera CCTV.
  • Sistem Darurat: Memiliki Main Power Cut Off Switch untuk memutus arus listrik seketika dalam kondisi darurat.

Di hadapan awak media, Ali menekankan bahwa kehadiran bus listrik ini akan sangat membantu mobilitas prajurit, terutama bagi mereka yang tinggal di kompleks perumahan yang cukup jauh dari satuan kerja.

"Selain meningkatkan efisiensi gerak prajurit, penggunaan bus listrik ini berkontribusi langsung dalam mengurangi polusi udara di Jakarta," ujar Laksamana Muhammad Ali.

Ia menambahkan bahwa penghematan yang dihasilkan sangat signifikan.

Dengan mengombinasikan bus, mobil listrik, dan kendaraan hybrid, TNI AL memproyeksikan penghematan bahan bakar hingga 50 persen.

Program ini merupakan bagian dari visi besar yang selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan transisi energi secara bertahap demi menekan impor BBM.

Ali menegaskan bahwa modernisasi ini tidak akan berhenti di Jakarta.

"Ke depan, penggunaan kendaraan listrik akan terus ditingkatkan dan diperluas ke Kotama-Kotama TNI AL lainnya di seluruh Indonesia. Ini bukan sekadar ganti kendaraan, tapi transformasi sistem kerja yang lebih efisien dan peduli lingkungan," tegas KSAL.

Saat ini, TNI AL juga sudah mulai mewajibkan penggunaan kendaraan dinas listrik secara bertahap bagi jajaran pejabat utama dan personel sebagai bagian dari gaya hidup baru di lingkungan Angkatan Laut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.