Wasiat Terakhir Yai Mim dari Balik Penjara Sebelum Meninggal Dunia, Janji Ajak Istri Naik Haji
jonisetiawan April 17, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Bayangan tentang masa depan yang pernah dirangkai bersama kini tinggal kenangan yang menggantung di hati.

Di tengah duka yang masih terasa begitu dekat, Rosyida Vignesvari mencoba tegar mengenang sosok suaminya, Imam Muslimin, yang telah berpulang pada 13 April 2026.

Kenangan terakhir itu kini menjadi serpihan cerita yang tak mudah dilupakan tentang harapan, janji, dan takdir yang berkata lain.

Baca juga: Tiba-tiba Jatuh dan Lemas di Penjara, Yai Mim Meninggal karena Asfiksia, Kondisi Sebelumnya Sehat

Momen Terakhir yang Tak Terlupakan

Rosyida mengisahkan pertemuan terakhirnya dengan sang suami yang terjadi pada Kamis, 9 April 2026, hanya tiga hari sebelum kepergian Yai Mim. Momen tersebut kini menjadi kenangan paling membekas dalam hidupnya.

Dalam pertemuan itu, terselip harapan besar yang diungkapkan Yai Mim harapan tentang masa depan yang ingin mereka jalani bersama.

“Beliau bilang kalau kita akan panjang umur, menua bersama. Kita akan berangkat haji bareng dan bertemu dengan gurunya di Tanah Suci. Itu yang selalu diucap ketika saya jenguk ke tahanan,” kata Rosyida, Kamis (16/4/2026).

Ucapan itu kini terasa begitu dalam, seolah menjadi janji yang tak sempat terwujud.

YAI MIM MENINGGAL - Terkuak penyebab meninggalnya Yai Mim, alami asfiksia hingga tiba-tiba jatuh terduduk dan lemas.
YAI MIM MENINGGAL - Terkuak penyebab meninggalnya Yai Mim, alami asfiksia hingga tiba-tiba jatuh terduduk dan lemas. (Youtube/Uya Kuya TV)

Kepergian yang Terasa Begitu Cepat

Meski duka masih menyelimuti, Rosyida berusaha menerima kenyataan. Ia mengaku telah merelakan kepergian suaminya, yang menurutnya kini telah terbebas dari beban berat selama menjalani masa penahanan.

“Masih tidak menyangka Abi (Yai Mim) pergi begitu cepat. Masa-masa kami sangat singkat, tapi saya percaya beliau sudah tenang di sisi-Nya,” ujar Rosyida.

Kepergian yang mendadak itu meninggalkan ruang kosong yang tak mudah terisi, terlebih karena banyak rencana hidup yang belum sempat diwujudkan bersama.

Baca juga: Gelagat Yai Mim Sebelum Meninggal, Jatuh saat akan Periksa Kesehatan di Penjara, Denny Sumargo Kaget

Pesan Terakhir Penuh Makna

Di pertemuan terakhir itu, Yai Mim juga menitipkan sejumlah pesan kepada istrinya. Pesan-pesan tersebut kini menjadi pegangan hidup bagi Rosyida untuk melanjutkan hari-harinya.

Ia diminta untuk terus berbuat baik, memperbanyak dzikir, serta rutin berziarah ke makam anak-anak mereka yang telah lebih dulu meninggal dunia.

“Bahkan, pekan lalu, saya ke makam orangtua beliau di Blitar, dan beberapa hari setelahnya beliau juga dimakamkan tak jauh dari makan orangtuanya. Ini yang belum bisa saya percayai sampai hari ini,” katanya.

Rangkaian peristiwa itu terasa seperti takdir yang berjalan begitu cepat, meninggalkan rasa tak percaya yang masih membekas hingga kini.

Sosok Suami yang Dikenang

Bagi Rosyida, Yai Mim bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga sosok yang penuh tanggung jawab. Ia mengenang suaminya sebagai pribadi yang hangat, humoris, dan memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap sesama.

Nilai-nilai kehidupan yang diajarkan Yai Mim pun terus terngiang di benaknya.

“Abi (Yai Mim) selalu berpesan kepada saya untuk bersyukur, mensyukuri nikmat Allah dan tidak lupa berbagi kepada sesama,” pungkasnya.

Baca juga: Detik-detik Yai Mim Meninggal Dunia di Penjara, Tiba-tiba Jatuh Terduduk saat Keluar Ruang Tahanan

Latar Belakang Kepergian

Seperti diketahui, Imam Muslimin meninggal dunia pada Senin, 13 April 2026, saat masih berstatus tersangka dalam kasus pelecehan seksual dan pornografi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di Rumah Sakit Saiful Anwar, penyebab kematian diduga akibat asfiksia atau kekurangan oksigen.

Kisah ini bukan sekadar tentang kehilangan, tetapi juga tentang harapan yang sempat tumbuh, lalu terhenti oleh kenyataan.

Di balik duka yang mendalam, tersimpan kenangan dan pesan yang akan terus hidup menjadi pengingat tentang arti kebersamaan, keikhlasan, dan kehidupan yang tak selalu berjalan sesuai rencana.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.