Sosok Guru Besar Unpad Chat Nakal Mahasiswi Minta Foto Bikini, Padahal Baru Dikukuhkan 3 Hari
Angel aginta sembiring April 17, 2026 07:53 AM

TRIBUN-MEDAN.COM – Sosok guru besar Unpad chat nakal seorang mahasiswi asing dengan meminta foto bikini.

Adapun sosok guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi asing viral di media sosial.

Guru besar Unpad tersebut berulang kali menghubungi korban agar korban mengirimkan foto pribadinya.

Berdasarkan kronologi yang beredar, terduga pelaku dilaporkan berulang kali menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp dan pesan langsung (DM).

Isi pesan tersebut dinilai tidak profesional dan melampaui batas etika akademis.

Salah satu pesan yang menjadi pusat perhatian adalah permintaan pelaku agar korban mengirimkan foto pribadi.

Baca juga: Reza Valentino Simamora Tewas di Korea, Barang Dipulangkan ke Indonesia Koper Rusak, 2 Ponsel Hilang

Dalam tangkapan layar yang tersebar, pelaku meminta korban mengirim foto saat sedang berenang di pantai Phuket dengan mengenakan bikini.


"I need your photo, When Swim in the Phuket beach, wearing bikini," tulis pesan tersebut.

Korban secara tegas langsung menolak permintaan itu dan menyatakan tidak bersedia membagikan foto pribadi kepada siapa pun.

Meski sudah mendapat penolakan, komunikasi dari pelaku tidak berhenti begitu saja.

Ia melanjutkan pendekatan dengan dalih ingin membantu korban meredakan tekanan akademik.

Pelaku bahkan menyarankan korban untuk mengonsumsi minuman beralkohol jenis brandy agar merasa lebih rileks.

Baca juga: KETIKA Noel Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK di Sidang: Ganteng Ya, Hermes Ini, Harganya Rp 3 M

Ia juga sempat meminta orang lain untuk mengambil foto korban.

Walaupun korban sudah menolak dengan jelas, pelaku tetap mengirimkan pesan bernada personal.

Pesan tersebut bahkan berisi ungkapan rindu serta pengulangan permintaan foto dengan gaya serupa.

Kondisi ini membuat korban merasa sangat tidak nyaman hingga akhirnya memutuskan untuk memblokir akun Instagram pelaku saat masih berada di Indonesia.

Korban kemudian melaporkan tindakan tersebut kepada pihak universitas melalui dosen lain dengan menyertakan bukti percakapan lengkap.

Korban juga mengizinkan bukti tersebut disebarluaskan untuk membuka dugaan pelanggaran etika profesional.

Usai viral, kini Universitas Padjadjaran langsung mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan sementara guru besar yang bersangkutan.

Baca juga: WARGA Bekasi Syok Dapat Tagihan PBB Capai Rp 311 Juta, Padahal Rutin Bayar Tiap Tahun

Padahal, guru besar tersebut baru saja dikukuhkan sebagai guru besar pada Selasa, 14 April 2026.

Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menegaskan bahwa pihak kampus sangat serius menangani setiap dugaan kekerasan seksual.

Menurutnya, kampus harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh sivitas akademika.

Kebijakan penonaktifan diambil segera setelah universitas menerima laporan lengkap dari pihak korban.

“Setelah menerima laporan secara lengkap, pada hari yang sama Unpad segera mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan. Unpad akan konsisten melakukan proses pembuktian dan penindakan kekerasan sesuai dengan perundang-undangan, serta memprioritaskan kepentingan dan keselamatan korban,” ujar Arief, melansir Tribun Jabar.

Langkah administratif ini diambil agar proses penelusuran fakta bisa berjalan secara objektif.

*/TRIBUN-MEDAN.COM

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.