BANGKAPOS.COM, BANGKA – Seorang warga Desa Delas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dilaporkan hilang saat memancing di Sungai Nyireh, Kamis (16/4/2026) pagi.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Ilir Lubuk Banti, sekitar 40 meter dari hulu pondok mancing milik Marino.
Kejadian tersebut memicu kepanikan warga setempat yang langsung melakukan upaya pencarian. Diduga korban hilang lantaran diterkam buaya.
Penjabat Kepala Desa Delas, Tanjaya mengatakan korban diketahui bernama Doli (38), seorang buruh harian.
Korban berangkat memancing bersama rekannya sejak sehari sebelumnya dan menginap di pondok pinggir Sungai Nyireh. Aktivitas memancing itu dilakukan dengan memasang pancing dan jaring ikan di beberapa titik sungai.
“Korban bersama rekannya memang sudah berada di lokasi sejak Rabu (15/4/2026) sore untuk memasang pancing dan bermalam di pondok. Diduga bilang diterkam buaya,” kata dia ketika dihubungi Bangkapos.com.
Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada Kamis sekitar pukul 09.15 WIB, korban pamit kepada rekannya, Kandi (42), untuk berangkat lebih dulu menggunakan perahu sampan.
Korban berencana memasang pancing di lokasi yang tidak jauh dari tempat mereka menginap. Selang beberapa saat setelah keberangkatan korban, situasi berubah menjadi mencekam. Kandi mendengar teriakan minta tolong dari kejauhan.
Mendengar teriakan tersebut, Kandi segera menyusul menggunakan perahu sampan menuju arah suara.
Setibanya di lokasi, ia menemukan perahu yang digunakan korban dalam kondisi terbalik di tengah sungai. Namun, korban sudah tidak terlihat di sekitar lokasi kejadian.
“Saksi hanya melihat perahu terbalik dan korban sudah hilang dari permukaan air,” jelas Tanjaya.
Lebih lanjut, saksi juga melihat adanya buih di sekitar lokasi perahu terbalik tersebut. Buih itu diduga berasal dari aktivitas hewan buas yang ada di sungai, yang memperkuat dugaan adanya serangan buaya. Kondisi tersebut membuat saksi tidak berani melakukan pencarian lebih jauh seorang diri.
Setelah menyaksikan kejadian itu, Kandi langsung memutar arah dan kembali ke daratan untuk meminta bantuan warga sekitar.
Ia kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada masyarakat yang sedang berkebun di sekitar lokasi kejadian. Warga pun segera merespons dengan melakukan upaya pencarian awal secara bersama-sama.
“Saksi langsung mencari pertolongan kepada warga yang berada di sekitar lokasi,” ucapnya.
Lokasi kejadian yang berada di aliran sungai dengan potensi keberadaan buaya menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.
Aparat desa juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di sekitar sungai. Diketahui di Sungai Nyireh merupakan habitat buaya.
“Kami mengimbau warga untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai,” ucapnya.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)