Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Jumat biasa Pekan Paskah kedua– 17 April 2026
Bacaan I: Kis. 5: 34-42
Injil: Yoh. 6: 1-15
Tema: “Kumpulkan potongan roti”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Pada Hari Jumat Pekan Paskah kedua, kita merenungkan tema “Kumpulkan potongan roti” melalui Kisah Para Rasul 5:34-42 dan Yohanes 6:1-15.
Bacaan ini mengajak kita melihat bagaimana Allah menggunakan yang kecil dan sisa untuk memberi berkat berlimpah. Seperti roti yang diberkati Yesus, potongan-potongan kehidupan kita bisa menjadi mujizat jika kita setia mengumpulkannya bagi Kerajaan Allah.
Saudara-saudari terkasih.
Dalam Kisah Para Rasul (5:34-42) menceritakan tentang Gamaliel, ahli Taurat, yang membela para rasul di hadapan Sanhedrin. Ia menasihati agar tidak melawan apa yang mungkin dari Allah, karena jika bukan, itu akan lenyap sendiri.
Para rasul tetap dipukul, tapi mereka pergi dengan sukacita, mengumpulkan "potongan" penderitaan mereka sebagai kesaksian iman.
Ini menunjukkan bagaimana Allah mengubah penolakan menjadi kekuatan saksi-Nya. Dan dalam Injil Yohanes 6:1-15 menggambarkan mukjizat lima roti dan dua ikan.
Yesus melihat kerumunan lapar, menyuruh murid-murid duduk, dan memberkati roti itu. Setelah semua kenyang—lima ribu orang—ada dua belas bakul potongan sisa. Yesus memerintahkan: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang bersisa, supaya tidak ada yang hilang.”
Bacaan ini saling terkait: mujizat roti Paskah mengajarkan pengumpulan sisa untuk kelimpahan, seperti para rasul yang setia meski tersiksa. Refleksi kita adalah “Allah memakai yang kecil untuk yang besar”: Lima roti dan ikan menjadi makanan ribuan, seperti nasihat Gamaliel yang melindungi karya Allah. Permenungan kita: Apa "roti kecil" dalam hidupmu—bakat, waktu, atau sumber daya—yang bisa Allah pakai untuk memberkati orang lain?
“Ketaatan dalam penderitaan”: Para rasul bingung tapi sukacita, mengumpulkan potongan ‘roti’ sebagai iman. Yesus mengumpulkan sisa agar tak hilang.
Permenungan kita: Saat menghadapi kesulitan, apakah kita setia mengumpulkan pelajaran untuk pertumbuhan rohani? “Tidak ada yang hilang di tangan Allah”: Perintah Yesus menekankan nilai setiap potongan roti yang tersisa.
Ini panggilan bagi kita untuk menghargai sisa-sisa hidup dan membagikannya. Permenungan kita: Bagaimana kita bisa "mengumpul" talenta atau pengalaman masa lalu untuk melayani sesama hari ini?
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, “Kumpulkan potongan roti” adalah seruan Paskah untuk setia membawa hal yang kecil kepada Yesus, agar menjadi kelimpahan.
Media, biarlah bacaan-bacaan ini menginspirasi kita menjadi pengumpul berkat bagi dunia. Ketiga, agar supaya tak ada yang hilang dalam rencana karya keselamatan Allah. Tuhan memberkati kita semua. (*)