Suara Bergetar dan Mata Sembab, Ratnengsih Ratapi Kepergian Nenek Tasriah: Saya Kira Dia Tidur Pules
Ravianto April 17, 2026 09:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Tangis pecah dari kerabat korban saat menceritakan detik-detik ditemukannya seorang nenek bernama Tasriah (72) dalam kondisi tak bernyawa di dalam rumahnya di Dusun Rancaudik, Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. 

Dengan suara bergetar dan mata sembab, Ratnengsih, salah satu kerabat korban, mengaku tak menyangka kejadian tragis itu menimpa teman karibnya.

“Engga tahu, saya juga engga tahu, dikiranya tidur mungkin pules," ucap Ratnengsih terbata-bata sambil menahan tangis, mengenang malam saat korban ditemukan, Kamis (16/4/2026).

Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui oleh suami korban yang baru pulang usai menghadiri acara syukuran haji kerabat pada Rabu (15/4/2026) malam. 

Saat tiba di rumah, ia mendapati kondisi mencurigakan hingga akhirnya menemukan sang istri sudah tidak bernyawa di atas kasur.

Kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Nenek di Subang Tewas Terikat di Rumah, Uang Puluhan Juta dan Emas 50 Gram Raib

Tubuh Tasriah tertutup kasur, sementara tangan dan kakinya terikat menggunakan kain kerudung.

Diduga mengarah pada aksi perampokan yang disertai pembunuhan, terlebih sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang.

Ketua RT setempat, Masliah, mengatakan dirinya dibangunkan oleh suami korban sekitar tengah malam untuk mengecek kondisi di dalam rumah.

LOKASI PENEMUAN MAYAT - Rumah milik Tarsiah (72), korban dugaan perampokan disertai pembunuhan di Dusun Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, tampak tertutup rapat dan dipasangi garis polisi, Kamis (16/4/2026) sore.
LOKASI PENEMUAN MAYAT - Rumah milik Tarsiah (72), korban dugaan perampokan disertai pembunuhan di Dusun Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, tampak tertutup rapat dan dipasangi garis polisi, Kamis (16/4/2026) sore. (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

"Saya dibangunin, disuruh lihat istrinya. Pas saya ke sini (ke rumah korban), ternyata sudah meninggal dunia," ujarnya.

Ia menambahkan, kematian korban dinilai tidak wajar karena ditemukan dalam kondisi terikat dan tertutup kasur. 

Selain itu, lanjut dia, uang tunai sekitar Rp30 juta serta perhiasan emas yang dipakai korban dengan berat sekitar 50 gram juga raib.

"Kayaknya engga wajar, karena tangan dan kaki terikat. Terus sebelum dibuka, tubuhnya tertutup kasur. Yang hilang uang sekitar 30 jutaan sama emas yang dipakai korban," ucapnya.

Guna kepentingan penyelidikan, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk dilakukan autopsi.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Binong dan Polres Subang masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku di balik dugaan perampokan disertai pembunuhan tersebut. 

Kasi Humas Polres Subang, AKP Edi Juhaidi, menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

"Untuk sementara masih dalam penyelidikan, mohon doanya semoga cepat terungkap," ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.