BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Sosok perwira muda ini tampil dengan kiprah nyata di jajaran kepolisian.
Ipda Sukma Yudhistira Nugraha, S.Ti.K., perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2023, kini menjabat sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanitreskrim) Polsek Banjarmasin Timur, Polresta Banjarmasin, Polda Kalimantan Selatan.
Lahir di Kabupaten Bungo, Jambi pada 24 Agustus 2000, Yudhis dikenal sebagai figur Gen Z yang santai namun tetap berwibawa, dengan karakter analitis yang kuat.
Kehadirannya di tengah masyarakat Banjarmasin Timur menguatkan semangat dalam penanganan kasus kriminal sekaligus pendekatan humanis kepada warga.
Baca juga: Curi Motor di Langgar, Dua Pemuda Diringkus Tim Buser Polsek Banjarmasin Timur
Sejak awal kariernya, Ipda Yudhis telah menempuh berbagai penugasan di jajaran Polda Kalsel, mulai dari Pama Polresta Banjarmasin, PA Unit Subdit Reskrimum, hingga Kanit Satreskrim dan Satresnarkoba Polres Hulu Sungai Tengah.
Riwayat pangkatnya menunjukkan kenaikan menjadi Inspektur Polisi Dua (IPDA) pada 26 Juli 2023.
Dalam bidang pengembangan, ia pernah mengikuti Dikgransispes Perwira Bahasa Inggris S2 Luar Negeri tahun 2023, menandakan komitmen terhadap peningkatan kompetensi internasional, dan Dikbangspes Perwira Dasar Reserse Online TA 2025.
Ditemui di ruang kantornya, Kamis (16/4/2026) setelah salat zuhur, Ipda Sukma Yudhistira Nugraha tampil dengan gaya benar-benar casual.
Senyum yang menghiasi bibirnya seolah menandakan bahwa ia mampu dekat dengan siapa pun, mencairkan suasana dengan kehangatan khas generasi muda.
Namun, ketika pembicaraan bergeser ke topik serius, ucapannya berubah terukur, tertata rapi, dan penuh dengan analisa lapangan yang tajam memperlihatkan sisi profesional seorang perwira muda yang kritis sekaligus berwibawa.
Membandingkan pengalaman bertugas di Barabai yang relatif tenang dengan kondisi Banjarmasin Timur, Yudhis melihat adanya perbedaan mencolok.
Ia menilai bahwa dinamika kriminalitas di wilayah perkotaan lebih kompleks dan menuntut kesiapan aparat.
“Untuk kriminalitas dominan di Banjarmasin Timur ini perkelahian, pengeroyokan, hingga pembunuhan,” jelasnya, Ipda Yudhis mengawali ceritanya.
Ia menambahkan, daerah Pekapuran masih menjadi titik rawan dengan laporan kriminalitas yang cukup tinggi.
"Sejauh ini yah banyak laporan saya dapat itu masih di daerah Pekapuran yah," katanya.
Meski baru menjabat, Ipda Yudhis menekankan bahwa setiap kasus kriminal ditangani dengan keseriusan dan profesionalisme.
Baginya, tantangan bukanlah hal baru karena pengalaman bertugas di Resmob Polda telah membentuk mental siap menghadapi berbagai perkara.
“Sebagai seorang polisi yah relatif terbiasa dengan penanganan kasus-kasus kriminal, jadi tidak ada yang menantang atau bagaimana,” ujarnya tetap serius.
Kasus besar yang berhasil diungkap baru-baru ini adalah pengeroyokan hingga pembunuhan di Pekapuran pada pertengahan Maret 2026.
Ia berharap kondisi wilayah tetap aman pasca pengungkapan kasus tersebut.
Dalam upaya menekan angka kejahatan jalanan, Unit Reskrim bergerak cepat setiap kali menerima laporan. Yudhis menekankan pentingnya respons sigap di lapangan.
“Kalau dapat laporan langsung saat itu juga, terutama yang piket, langsung menuju TKP. Contoh seperti kasus perkelahian kami akan lerai, kemudian provokator bila ditemukan kami amankan ke kantor,” terang Yudhis.
Koordinasi dengan Bhabinkamtibmas juga terus dilakukan, terutama dalam upaya preventif menjaga keamanan di wilayah masing-masing. Terkait kasus narkoba, Yudhis menegaskan pihaknya terus melakukan pengawasan intensif dengan dukungan laporan masyarakat.
“Sejauh ini wilayah Banjarmasin Timur masih aman-aman saja, alhamdulillaah," katanya.
Selain penegakan hukum, Yudhis menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait prosedur pelaporan. Ia ingin memastikan warga tidak ragu untuk melapor.
“Kepolisian sudah memiliki nomor laporan 110, Karena memang dibuat untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmen Polsek Banjarmasin Timur dalam menerapkan Restorative Justice untuk kasus-kasus ringan, dengan pendekatan edukatif kepada masyarakat.
"Tak hanya penanganan kasus, kami juga akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat," kata Yudhis
Menurut Yudhis, kendala terbesar di lapangan relatif kecil dibandingkan daerah lain.
“Untuk wilayah Banjarmasin ini alhamdulillah masih terbilang mudahlah, beda sewaktu saya dulu di Berabai ada memang daerah yang aksesnya cukup sulit,” ungkapnya.
Menutup wawancara, Yudhis menyampaikan imbauan kepada warga Banjarmasin Timur agar senantiasa waspada dan menjaga diri dari potensi tindak kriminalitas.
Baca juga: Dua Pemuda Pencuri Motor Diringkus Buser Polsek Banjarmasin Timur, Terlacak Lewat Facebook
Ia menekankan pentingnya menghindari kerumunan malam yang tidak perlu, apalagi jika disertai aktivitas negatif seperti mabuk-mabukan, demi terciptanya suasana aman dan kondusif di lingkungan masyarakat.
“Jauhilah kumpul-kumpul malam kalau memang tidak perlu banget, apalagi sampai mabuk-mabukan. Jangan membuat kerumunan-kerumunan yang tidak perlu kalau malam-malam,” imbau Ipda Sukma Yudhistira Nugraha, S.Ti.K., sambil tersenyum menutup perbincangan.(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)