Guru Rasul Tutup Usia, Bupati Tanahlaut Turut Melayat hingga Pemakaman
Hari Widodo April 17, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI  - Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), berduka. Ini menyusul berpulangnya seorang ulama kharismatik dari Kurau yaitu KH Sulaiman bin H Subra atau yang lebih dikenal dengan sebutan Guru Rasul.

Isak haru dan lantunan doa mengiringi prosesi pemakaman ulama berpengaruh yang berdomisili di Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumi Makmur, tersebut pada Kamis siang kemarin.

Seorang warga Tala, Ahmad Supiani, mengaku sangat kehilangan atas wafatnya Guru Rasul.

Menurutnya, almarhum bukan sekadar ulama, melainkan figur yang menjadi penuntun arah kehidupan masyarakat.

“Kami sangat kehilangan. Beliau itu ulama kharismatik, panutan kami. Seperti pasak dalam kehidupan di Tala. Banyak yang bergantung pada nasihat dan bimbingan beliau,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Kekurangan Tenaga, Dinkes Tanahlaut Terpaksa Hentikan Sementara Layanan Kesehatan di MPP

Yulian Noor, warga Tala lainnya, juga mengalirkan doa terbaik untuk almarhum, berharap segala amal ibadahnya diterima dan ditempatkan di sisi terbaik oleh Allah SWT.

Kepergian Guru Rasul dinilai menjadi kehilangan besar yang sulit tergantikan.

Warga Tanahlaut larut dalam duka, melepas sosok yang selama ini menjadi panutan dan penopang kehidupan keagamaan di Bumi Tuntung Pandang.

Sejak pagi (Kamis), masyarakat berdatangan untuk selanjutnyabpada siang mengikuti salat jenazah hingga pengantaran ke tempat peristirahatan terakhir. 

Bupati Tanahlaut H Rahmat Trianto juga hadir dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.

Kehadiran Bupati disambut haru keluarga almarhum dan masyarakat setempat. Hal itu menunjukkan kedekatan antara pemimpin dan rakyat yang dipimpin.

Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini membaur bersama warga dan mengikuti seluruh prosesi. Mulai dari salat jenazah hingga ke pemakaman.

H Rahmat berinteraksi dengan pihak keluarga almarhum, membesarkan hati. Bahkan bupati juga mencium tangan istri almarhum sebagai wujud penghormatan tinggi layaknya anak kepada sang ibu.

Jenazah dikebumikan di dekat rumah duka, di kawasan Jalan Saripul Desa Kurau Utara.

Baca juga: Dirintis Sejak 2014, Produk Jahe Merah Bu Kokom di Bajuin Tanahlaut Tembus Pasar Luar Negeri

Suasana khidmat terasa saat tanah perlahan menutup liang lahat, diiringi doa-doa yang terus dipanjatkan oleh para pelayat.

Diketahui, Guru Rasul wafat pada Rabu malam di salah satu rumah sakit swasta di Pelaihari. 

Hingga proses pemakaman berlangsung, pelayat terus berdatangan sebagai bentuk cinta dan penghormatan terakhir kepada ulama yang telah mengabdikan hidupnya untuk umat.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.