Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung bergerak cepat melakukan pemulihan infrastruktur pascabanjir besar yang melanda hampir seluruh kecamatan pada Rabu (15/4/2026).
Atas instruksi langsung Wali Kota, Kepala Dinas PU Dedi Sutiyoso segera menurunkan jajaran Bidang Cipta Karya bersama tim teknis untuk melakukan evakuasi sekaligus pendataan kerusakan di sejumlah titik terdampak.
Kepala Bidang Cipta Karya Eko Ismanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei lapangan pada Kamis (16/4/2026) guna memetakan tingkat kerusakan pascabanjir.
Hasil survei menunjukkan empat wilayah menjadi fokus utama dalam estimasi perbaikan infrastruktur, yakni Kelurahan Geruntang (Kecamatan Bumi Waras), Pasir Gintung, Way Halim, dan Kedaton.
“Ada empat lokasi yang kami survei untuk segera dilakukan estimasi biaya perbaikan pascabanjir 15 April kemarin,” ujar Eko, Jumat (17/4/2026).
Berdasarkan data sementara, kerusakan yang terjadi tergolong cukup masif.
Di setiap lokasi terdampak, tercatat sekitar 15 hingga 20 rumah mengalami kerusakan.
Bahkan, dalam satu rumah kerap dihuni lebih dari satu kepala keluarga.
“Dalam satu rumah terkadang ada dua kepala keluarga, sehingga dampaknya cukup besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga memberikan perhatian khusus pada salah satu titik terdampak paling parah yang menyebabkan korban jiwa.
Lokasi tersebut menjadi prioritas dalam penanganan.
Menurut Eko, langkah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Karena ada korban jiwa, lokasi tersebut menjadi perhatian khusus. Pemkot hadir untuk masyarakat. Kami berharap ada hikmah di balik musibah ini, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tandasnya.
( Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)