Memasuki periode pencairan bansos tahap II pada April 2026, penyaluran bantuan semakin selektif.
Mulai tahun ini, pemerintah secara ketat menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang terintegrasi dengan BPS untuk menentukan siapa yang paling berhak menerima bantuan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, data kesejahteraan ini kini mulai rutin diperbarui setiap tanggal 10 setiap bulannya.
Artinya, status kelayakan bisa berubah tergantung pada evaluasi kondisi ekonomi terbaru yang terdata di sistem pusat.
Untuk memastikan apakah kamu termasuk pihak yang berhak menerima bansos atau tidak, simak panduan praktis cek posisi desil hanya bermodalkan smartphone dan NIK KTP berikut ini.
Simak langkah-langkah cek desil berikut ini:
1. Akses situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
2. Masukkan 16 digit NIK KTP yang valid.
3. Ketik kode huruf captcha pada bagian verifikasi.
4. Klik tombol "Cari Data".
Jika NIK yang dimasukkan sudah benar, sistem akan secara otomatis menampilan tabel hasil pencocokan.
Perhaatikan kolom "Desil".
Jika angka yang muncul adalah 1,2,3, atau 4, berarti peluang untuk mendapatkan PKH dan BPNT masih sangat besar.
Arti Tiap Angka Desil
Angka-angka desil terdiri dari 1-10 yang merupakan peringkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga dalam skala nasional.
Berikut keterangan tiap peringkatnya:
• Desil 1: Masyarakat termiskin (sangat miskin/ekstrem).
• Desil 2-3: Kelompok miskin dan hampir miskin.
• Desil 4: Kelompok rentan miskin (batas penerima bansos reguler).
• Desil 5: Kelompok pas-pasan (mendekati kelas menengah).
• Desil 6-10: Kelompok menengah hingga mampu (bukan prioritas bansos).
Per April 2026, pemerintah memprioritaskan penerima bansos hanya terdiri dari kelompok desil 1-4 guna memastikan ketepatan sasaran.