TRIBUNNEWS.COM - Malam ini, kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes akan menghadapi tim yang sedang naik daun di Liga Italia, yakni Como.
Jay Idzes bersama timnya, Sassuolo akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu Como di Stadion Mapei pada Jumat (17/4/2026) pukul 23.30 WIB.
Pertemuan ini akan menjadi yang ketiga bagi kedua tim di musim ini, Como besutan Cesc Fabregas selalu memenangkan pertandingan atas tim asuhan Fabio Grosso.
Menariknya, dua kemenangan yang diraih Como selalu dengan catatan clean sheet. Pertama dengan skor 3-0 di Coppa Italia lalu 2-0 pada pertemuan pertama Liga Italia musim ini.
Hal lainnya yang menarik untuk pertamuan kedua tim malam nanti bisa diliat dari gaya permainan yang berbeda.
Indeksnya diukur dari intensitas tekanan sebuah tim atau yang lebih dikenal dengan Passes Allowed Per Defensive Action (PPDA).
Como besutan Fabregas memiliki PPDA terendah di Serie A Liga Italia dengan PPDA 9,1. Itu artinya, mereka rata-rata melakukan kurang dari 10 operan kepada lawan sebelum melakukan gerakan defensif.
Gerakan defensif terdiri dari tekel, intersepsi, antisipasi, dan pelanggaran.
Gaya presing yang tinggi, agresif, dan konsisten ini yang termasuk paling intens di Liga Italia, yang kemudian memungkinkan Como dengan cepat merebut bola kembali di seperuh lapangan lawan dan dengan cepat mengubah transisi defensif menjadi serangan, menurut laporan Sassuolo News.
Sementara Sassuolo berada di urutan kedua dari bawah dalam peringkat ini, dengan rata-rata PPDA 15,6, lebih buruk dari Lazio yang mencatatkan 16,3.
Jay Idzes dan kolega lebih membiarkan banyak operan sebelum melakukan intervensi, mengadopsi pendekatan yang lebih hati-hati dan berorientasi posisi ketika tidak menguasai bola.
Pegangan ini mencerminkan sebuah filosofi permainan Grosso yang berfokus pada pengendalian ruang dan membangun serangan dari belakang.
Tapi, hal ini membuat tim lebih rentan terhadap tekanan dari lawan, apalagi dengan menghadapi Como dengan tingkat agresivitas yang tinggi.
Prediksinya, Como akan bermain seperti yang telah berjalan selama ini. Nico Paz dan kolega akan memaksakan tempo permainan mereka sejak peluit kick-off dibunyikan, menggunakan pressing untuk memaksa kesalahan Sassuolo dalam membangun serangan.
Dan tak kalah penting, Fabregas akan memanfaatkan kualitas pemain yang mereka miliki terutama di lini depan dalam serangan balik.
Sedangan Fabio Grosso lebih mempersiapkan tim asuhannya menghadapi tekanan awal yang jelas akan dilakukan Como.
Sassuolo dapat mengandalkan pertahanan mereka yang cukup baik musim ini, mencoba mengalirkan bola dengan sabar dan membuat lawan mereka merasa sia-sia ketika melakukan tekanan.
Tim berjuluk Neroverdi itu juga siap dalam melakukan serangan balik melalui pergerakan Kone, Lauriente, hingga Volpato.
Laga Sassuolo vs Como akan menjadi pertandingan yang menarik.
Akankah Jay Idzes dan kolega mampu menahan intensitas Nico Paz cs tanpa kehilangan kendali? Atau mengatasi tekanan tinggi Como yang dapat menganggu stabilitas permainan mereka.
Menurut laporan media tersebut, indeks PPDA telah memberikan petunjuk terhadap karakter permainan kedua tim, tentang siapa yang akan agresif dalam menyerang dan mode bertahan dalam permainan.
Bagi Fabregas, Sassuolo adalah tim yang memainkan sepak bola proaktif dengan pengembangan sepak bola modern saat ini.
"Mereka adalah tim yang memainkan sepak bola proaktif, mereka memainkan sepak bola modern, dan ketika Anda menonton mereka di TV, mereka adalah tim yang Anda sukai," kata Fabregas.
Permainan yang diperagakan oleh anak asuh Grosso bukanlah tipe permainan yang membosankan sehingga membuat penonton dapat menikmatinya.
"Mereka adalah tim yang menyenangkan untuk ditonton," tegasnya.
Hasil pertandingan nanti cukup berpengaruh kepada kedua tim di papan klasemen Liga Italia.
Como berpeluang naik ke zona Liga Champions, sementara Sassuolo akan kembali ke 10 besar jika menang.




















(Tribunnews.com/Sina)