RSMH Palembang Klarifikasi Isu Pasien Koma Dipulangkan, Keluarga Minta Maaf Akui Ada Miskomunikasi
Odi Aria April 17, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kabar viral soal pasien koma dipulangkan dari RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang akhirnya diklarifikasi pihak rumah sakit.

Dikutip dari akun Instagram @Palembangrsmh pada Jumat (17/4/2026), manajemen menegaskan, hingga kini pasien masih menjalani perawatan intensif dan belum ada keputusan pemulangan.

Manajer Hukum dan Humas RSMH Palembang, Susilo SKM, SH, MH, MARS, meluruskan kabar yang beredar sekaligus memaparkan kronologi penanganan pasien.

Ia menegaskan, kondisi pasien hingga saat ini masih dirawat di RSMH.

"Bahwa sampai saat ini pasien masih dirawat di RSMH di ruang Komering, lanjutnya.

Susilo kemudian menjelaskan, sebelum dirujuk ke RSMH, pasien telah melalui serangkaian perawatan di beberapa rumah sakit.

Pasien sempat berobat ke RS Myria, lalu pulang, namun kembali kambuh dan dibawa ke RS Permata dalam kondisi lemah dengan diagnosis pecah pembuluh darah.

Selanjutnya, pasien dirujuk ke RS Pelabuhan Boom Baru untuk menjalani operasi bedah saraf dan perawatan di ICU.

Setelah empat hari tanpa perbaikan dan kondisi menurun, pasien akhirnya dirujuk ke RSMH Palembang.

"Setelah diterima di RSMH, kemudian pasien dirawat di ruang ICU untuk perbaikan keadaan umum dalam rangka persiapan untuk operasi clipping."

Usai operasi, pasien kembali dirawat di ICU sebelum dipindahkan ke ruang paliatif di ruang Komering untuk tahap pemulihan lanjutan.

Susilo juga menegaskan, edukasi kepada keluarga terkait kemungkinan perawatan di rumah merupakan prosedur standar medis, bukan keputusan pemulangan.

"Kemudian dalam rangka untuk persiapan beberapa hari sebelum pulang, maka dokter biasanya akan memberikan penjelasan kepada keluarga... maka dokter telah memberikan edukasi bagaimana cara perawatan di rumah. Dan itu sudah dilakukan," jelas Susilo.

Sementara itu, pihak keluarga pasien juga menyampaikan klarifikasi sekaligus meluruskan informasi yang beredar di publik.

Istri pasien, Ida, mengungkapkan bahwa kondisi suaminya mulai menunjukkan perkembangan.

"Bahwa suami saya masih dirawat di RSMH yang tadinya kondisinya koma, sekarang mulai beransur ada respon dan membaik."

Ia juga membenarkan bahwa keluarga telah mendapatkan edukasi dari pihak rumah sakit terkait perawatan lanjutan.

"Kami sekeluarga sudah diberikan edukasi untuk bagaimana perawatan lanjutan jika boleh pulang, dan kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas layanan dari RSMH."

Selain itu, pihak keluarga turut menyampaikan permohonan maaf atas kesimpangsiuran informasi yang sempat terjadi.

"Dan memohon maaf jika ada kesalahan, atau miskomunikasi sebelumnya. Kami ucapkan terima kasih atas layanan dari RSMH selama ini," ujar Ibu Ida.

PASIEN KOMA- encana pemulangan pasien dalam kondisi koma oleh RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang (RSMH) menjadi perhatian publik. Keluarga pasien Abdul Hamid (49) mengaku terpukul setelah sempat menerima informasi awal terkait kemungkinan perawatan dilanjutkan di rumah, meski pasien masih belum sadarkan diri.
PASIEN KOMA- encana pemulangan pasien dalam kondisi koma oleh RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang (RSMH) menjadi perhatian publik. Keluarga pasien Abdul Hamid (49) mengaku terpukul setelah sempat menerima informasi awal terkait kemungkinan perawatan dilanjutkan di rumah, meski pasien masih belum sadarkan diri. (Kolase)

Baca juga: Viral Pasien Masih Alami Koma Diduga Disuruh Pulang, RSMH Palembang Klaim Pemulangan Masih Wacana

Sebelumnya, rencana pemulangan pasien dalam kondisi koma sempat menjadi perhatian publik. Keluarga pasien Abdul Hamid (49) mengaku terpukul setelah menerima informasi awal terkait kemungkinan perawatan dilanjutkan di rumah, meski pasien belum sadarkan diri.

Direktur Utama RSMH, Siti Khalimah, menjelaskan kondisi pasien sejak awal memang sangat kritis.

"Pasien datang dalam kondisi koma dan tidak mampu bernapas spontan, sehingga harus menggunakan ventilator," ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Selama dirawat di RSMH, pasien telah mendapatkan penanganan maksimal, termasuk perawatan intensif di ICU selama 10 hari dan tindakan operasi lanjutan berupa clipping.

Meski sempat muncul wacana perawatan di rumah sebagai bagian dari evaluasi tim paliatif, pihak rumah sakit menegaskan bahwa hal tersebut belum menjadi keputusan final.

"Hingga saat ini, pasien masih dalam perawatan intensif di RSMH dan belum ada keputusan terkait pemulangan," katanya.

RSMH juga memastikan, jika nantinya perawatan di rumah menjadi opsi, keluarga akan mendapatkan pelatihan khusus, layanan homecare, akses darurat 24 jam, hingga fasilitas ambulans.

Pihak manajemen menegaskan, fokus utama saat ini tetap pada upaya perawatan optimal di rumah sakit, dengan keputusan akhir menunggu evaluasi medis menyeluruh serta kesiapan keluarga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.