TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Fenomena El Nino yang durasinya panjang diprakirakan akan melanda Indonesia. Termasuk Kampar.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kering melanda Kampar selama lima bulan. Yakni Mei sampai Oktober 2026.
Kalaksa BPBD Kampar, Azwan melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Adi Candra Lukita mengatakan, El Nino menjadi perhatian. Terutama potensi karhutla yang dapat mengikutinya.
"Kita ingatkan masyarakat jangan membuka lahan dengan membakar, karena memang tidak diperkenankan," tegasnya.
Kepala Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kampar itu juga meminta camat dan kepala desa mensosialisasikan pencegahan karhutla dan melakukan mitigasi.
"Kepala desa agar mengaktivasi penggunaan dana desa untuk penanggulangan bencana," katanya.
Mengantisipas hal itu, Personel gabungan itu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kampar, Kepolisian Resor Kampar, serta Komando Distrik Militer 0313/KPR menggelar latihan gabungan kesiapsiagaan karhutla.
Baca juga: Kabut Pagi di Kampar Bukan karena Karhutla, BPBD Ungkap Fenomena Memasuki Kemarau
"Latihan gabungan kesiapsiagaan karhutla," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kampar, Adi Candra Lukita yang memimpin latihan itu kepada Tribunpekanbaru.com.
Personel berangkat dari Markas Kodim 0313/KPR. Latihan gabungan di lokasi karhutla didahului apel personel dan praktik menggunakan peralatan.
Ia mengatakan, latihan gabungan itu digelar Kodim 0313/KPR. Pada waktu bersamaan, Polres Kampar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas lembaga tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana karhutla.
Rakor dipimpin Kepala Polres Kampar, AKBP. Boby Putra Ramadhan Sebayang. Ia didampingi Pemerintah Kabupaten Kampar yang diwakili Kepala Pelaksana BPBD, Azwan dan perwakilan Kodim 0313/KPR.
( Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)