Wali Kota Jaktim Mau Penangkap Sapu-Sapu Dapat Insentif: Saya Akan Berbicara dengan Stakeholder
Jaisy Rahman Tohir April 17, 2026 01:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur berencana memberikan insentif bagi warga yang secara aktif membantu dalam operasi penangkapan ikan sapu-sapu.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengatakan sedang berkoordinasi dengan pihak terkait lain untuk membahas rencana pemberian insentif bagi warga yang terlibat dalam kegiatan.

"Saya akan berbicara dengan stakeholder lain, agar masyarakat yang membantu untuk menangkap ikan sapu-sapu ini mudah-mudahan bisa ada apresiasi," kata Munjirin, Jumat (17/4/2026).

Skema pemberian insentif bagi warga ini dimungkinkan, mengingat populasi ikan sapu-sapu di Jakarta sudah terlampau banyak dan butuh waktu untuk melakukan penangkapan.

Terlebih di Jakarta Timur, khususnya di sekitar aliran Kali Ciliwung terdapat sejumlah warga yang sehari-harinya mencari nafkah dengan cara menangkap dan menjual ikan sapu-sapu.

"Bisa atau tidak untuk diganti dengan nilai keuangan. Nah, nanti coba kita akan bicarakan bersama dengan Baznas Bazis. Nanti mekanismenya bagaimana coba kita akan musyawarahkan," ujarnya.

Munjirin menuturkan sebagai langkah awal pemberantasan sapu-sapu, pihaknya melakukan operasi penangkapan serentak pada masing-masing aliran kali hingga setu di 10 kecamatan.

Dari hasil penangkapan dengan melibatkan ratusan petugas gabungan jajaran Pemkot Jakarta Timur dan TNI-Polri itu sebanyak 763 kilogram ikan sapu-sapu berhasil diangkut.

"Semuanya harus dikubur. Karena apa? Karena ikan sapu-sapu yang di DKI Jakarta ini kan sudah di lab itu mengandung kandungan timbal atau merkuri berbahaya itu di atas ambang batas," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.