Gubernur Pramono Turun Tangan Tangkap Ikan Sapu-sapu di Kelapa Gading
Satrio Sarwo Trengginas April 17, 2026 01:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin langsung gerakan penangkapan ikan sapu-sapu di saluran air Jalan Janur Elok, RW 06 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).

Hal ini sebagai upaya mengurangi dominasi ikan invasif yang dinilai merusak ekosistem perairan dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di lima wilayah kota administrasi di Jakarta.

Menurut Pramono, langkah ini diambil karena populasi ikan sapu-sapu kini telah mendominasi perairan di wilayah Ibu Kota.

Dominasi tersebut dikhawatirkan menyebabkan berkurangnya populasi ikan lokal yang memiliki nilai ekonomi maupun ekologis bagi masyarakat.

Selain itu, keberadaan ikan sapu-sapu juga dilaporkan berpotensi merusak infrastruktur saluran air karena kebiasaan membuat sarang dengan menggerogoti dinding saluran.

Pramono mengatakan gerakan penangkapan ikan sapu-sapu dilaksanakan secara bersamaan di Jakarta Utara, Selatan, Timur, Barat, dan Jakarta Pusat.

Ia menyebut hasil telaah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta telah mencapai lebih dari 60 persen dari total ikan yang ada di perairan.

"Ikan sapu-sapu ini sekarang mendominasi perairan yang ada di Jakarta. Dari hasil telaah dari KKP diperkirakan di atas 60 persen lebih ikan sapu-sapu itu sekarang ada di Jakarta dan semua sebenarnya mungkin juga sudah di daerah-daerah lain," ucap Pramono.

Menurut dia, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang dapat mengganggu kelangsungan hidup ikan endemik lokal.

Hal itu terjadi karena telur ikan lain kerap dimakan oleh ikan sapu-sapu sehingga populasi ikan lokal sulit berkembang.

Selain itu, pemerintah juga menerima laporan mengenai kandungan residu pada ikan sapu-sapu yang dinilai berbahaya jika dikonsumsi manusia.

Pramono mengungkapkan rata-rata kadar residu pada ikan sapu-sapu telah mencapai di atas 0,3 yang dinilai berisiko bagi kesehatan.

Ia menegaskan masyarakat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi ikan tersebut karena berpotensi menimbulkan dampak kesehatan.

"Kalau itu kemudian dikonsumsi akan berbahaya dan kalau dibiarkan maka dia akan merusak karena selalu dalam membuat rumahnya itu dia menggerogoti dinding dan sebagainya," ucapnya.

Dalam kegiatan penangkapan di Kelapa Gading, pemerintah awalnya memperkirakan hasil tangkapan sekitar 150 kilogram ikan sapu-sapu.

Namun, jumlah tangkapan yang terkumpul di lapangan diperkirakan melebihi target tersebut.

Bahkan pada tahap awal penangkapan saja, petugas telah berhasil mengumpulkan lebih dari 60 kilogram ikan sapu-sapu.

Pramono menegaskan gerakan penangkapan ini bertujuan untuk mengurangi dominasi ikan sapu-sapu yang dianggap merusak keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta.

Ia berharap langkah tersebut dapat menjaga kelestarian ikan lokal sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan perairan di sungai dan saluran air Ibu Kota.

Berita terkait

  • Baca juga: Total 3 Ton Ikan Sapu-sapu Ditangkap di Setu Babakan Jaksel, Langsung Dikubur
  • Baca juga: Pemkot Jakpus Bakal Rutin Gelar Operasi Sapu-sapu Tiap, Buru Ikan Penghancur Sungai
  • Baca juga: BERITA FOTO Gerebek Ikan Sapu-sapu di Kali Depan Plaza Indonesia

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.