Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa bumi terjadi berulang kali di wilayah Sulawesi dan sekitarnya, Jumat (17/4/2026).
Berdasarkan data BMKG, sedikitnya terdapat 14 kali gempa dengan magnitudo bervariasi antara 1,4 hingga 3,0.
Informasi gempa bumi terkini ini, diperoleh dari saluran resmi Pusat Gempa Regional IV (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengan, Sulawesi Tenggara)
Gempa tersebar di wilayah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan.
Sebagian besar gempa berada pada kedalaman dangkal, yakni 3 hingga 11 kilometer.
Sementara satu gempa tercatat berada pada kedalaman 180 kilometer.
Gempa pertama terjadi pada pukul 00.47 WIB dengan magnitudo 2,1 di 4 kilometer tenggara Kendari, Sulawesi Tenggara.
Aktivitas gempa kemudian berlanjut hampir sepanjang hari.
Pada pukul 00.56 WIB, gempa bermagnitudo 1,4 tercatat terjadi 48 kilometer tenggara Sigi, Sulawesi Tengah.
Selanjutnya, gempa bermagnitudo 2,4 terjadi di wilayah selatan Bone Bolango, Gorontalo pada pukul 01.12 WIB.
Gempa kembali terjadi di wilayah Poso, Toli-Toli, Konawe Kepulauan, Luwu Timur, Banggai Kepulauan, hingga Parigi Moutong.
Rentetan aktivitas ini menunjukkan sebaran titik gempa yang cukup luas di kawasan Sulawesi.
Hingga pukul 13.10 WIB, gempa terakhir tercatat bermagnitudo 2,1 di 54 kilometer timur laut Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
BMKG menyebut seluruh informasi bersifat cepat dan sementara.
Data dapat berubah seiring proses kelengkapan dan analisis lebih lanjut.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada.
Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa bumi.
Tidak ada laporan kerusakan maupun dampak signifikan dari rangkaian gempa tersebut.
(*)