TRIBUNSUMSEL.COM - Nama Ustaz Solmed kembali menjadi sorotan publik setelah terseret isu viral di media sosial terkait dugaan pelecehan seksual oleh sosok berinisial SAM.
Spekulasi liar yang beredar membuat sebagian warganet mengaitkan inisial tersebut dengan Ustaz Solmed.
Akibatnya, akun media sosial miliknya diserbu komentar hingga tudingan yang dinilai tidak berdasar.
Merasa dirugikan secara serius, pemilik nama asli Saleh Mahmud Munawir itu akhirnya mengambil langkah tegas dengan melaporkan sejumlah akun ke Polda Metro Jaya pada Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Ustaz Solmed Gelar Sayembara usai Namanya Dikaitkan dengan Pendakwah Inisial SAM: Terlalu Sadis
Pada hari ini, Jumat (17/4/2026), ia resmi melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ke Polda Metro Jaya, didampingi kuasa hukumnya, Alfian Bonjol.
Alfian menjelaskan, laporan tersebut telah diproses dengan lancar dan menyasar akun-akun yang diduga menyebarkan informasi tidak benar.
Lebih lanjut, Alfian menegaskan laporan tersebut berkaitan langsung dengan penyebaran konten yang merugikan kliennya.
Tak hanya melaporkan, pihaknya juga memberikan peringatan kepada akun-akun yang terlibat.
Ia juga menegaskan konsekuensi hukum jika peringatan tersebut tidak diindahkan.
Menurut Alfian, langkah hukum ini tidak hanya berhenti pada laporan pidana.
“Ini laporan pidana, tidak menutup kemungkinan juga gugatan perdata terhadap akun tersebut, terhadap pemilik daripada akun tersebut,” katanya.
Ia menambahkan pihaknya memandang persoalan ini secara serius karena menyangkut reputasi kliennya.
“Jadi, kita menyikapi dengan sangat serius karena ini menyangkut nama baik daripada klien kami yang notabene seorang pendakwah," tandasnya.
Sementara itu, Ustaz Solmed menegaskan bahwa langkah hukum yang diambilnya telah melalui pertimbangan matang.
“Alhamdulillah, setelah pertimbangan cukup matang, saya dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, melaporkan akun-akun yang telah memfitnah saya di media sosial.”
Langkah tersebut diambil setelah dirinya dituding sebagai sosok berinisial SAM yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri.
Tuduhan itu dinilai sangat merugikan dirinya secara pribadi maupun keluarga.
“Apalagi sudah terbukti kan bahwa SAM itu bukan saya,” pungkas pendakwah berusia 42 tahun tersebut.
Ustaz Solmed Klarifikasi Tudingan Pelecehan Santri, Tegaskan Namanya Bukan Pendakwah Inisial SAM
Sebelumnya, suami dari April Jasmine itu telah memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Instagram @ustad_solmed.
Melalui unggahan tersebut, Solmed menegaskan bahwa inisial SAM tidak berkaitan dengan dirinya.
Ia bahkan menyebut inisial yang sesuai dengan namanya berbeda dari yang sedang ramai diperbincangkan.
"INFO PENTING
Lagi rame nih soal inisial SAM.
Nama saya = Saleh Mahmud Munawir, jadi kalau mau pakai inisial ya SMM bukan SAM.
kok bisa-bisanya sih pada nyasar ke ig saya?," ujar Ustaz Solmed, dikutip Tribunnews, Sabtu (14/3/2026).
Masih dalam unggahan yang sama, Solmed juga menyinggung komentar negatif dan tudingan yang diarahkan kepadanya di media sosial.
Ia meminta agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.
"ya udah, gini aja deh, yg udah pada nitip sendal dan jeruk di akun ig saya, plus udah ikut memfitnah dan buruk sangka ke saya, biar urusan ini di akhirat tidak berkepanjangan," lanjutnya.
Seperti diketahui, seorang ustaz berinisial SAM dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh lima orang santri yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual sesama jenis.
Laporan tersebut disebut telah masuk sejak sekitar lima bulan lalu.
Perkembangan terbaru, kuasa hukum para korban menyatakan bahwa perkara tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan.
Wati Trisnawati selaku kuasa hukum korban menyebut dugaan tindakan pelecehan seksual itu terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni sejak 2017 hingga 2025.
"Modusnya, korban diiming-imingi akan disekolahkan ke luar negeri," ungkap Wati, dikutip Tribunnews dari YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (14/3/2026).
Wati juga menjelaskan bahwa pada 2018 kasus tersebut sempat mencuat.
Saat itu, ustaz berinisial SAM disebut telah meminta maaf kepada para korban dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Namun, menurut keterangan pihak kuasa hukum, dugaan kejadian serupa kembali terjadi pada 2025. Kondisi itulah yang kemudian mendorong para korban mengambil langkah hukum.
"Tak ingin ada korban baru, kelima santri tersebut memutuskan untuk melaporkan SAM ke polisi," tuturnya menambahkan.