Menu MBG Berbelatung di Aceh Selatan, Siswa SMPN 3 Sawang Protes 
Muliadi Gani April 17, 2026 05:47 PM

 

PROHABA.CO, ACEH SELATAN -  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan di Kabupaten Aceh Selatan.

Kali ini, menu makanan yang disajikan di sekolah di Kecamatan Sawang diduga mengandung belatung.

Kejadian ini terjadi di SMP Negeri 3 Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, setelah siswa dilaporkan menemukan belatung dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah video penemuan tersebut beredar luas di media sosial pada Kamis (16/4/2026).

Dalam video yang viral, terlihat seorang siswa memperlihatkan adanya belatung pada lauk ayam yang menjadi bagian dari paket makanan yang hendak dikonsumsi.

Adapun menu MBG pada hari itu terdiri dari nasi, ayam, dan tempe.

Kepala SMP Negeri 3 Sawang, Al Zikri Rahmatillah, membenarkan adanya kejadian tersebut saat melansir konfirmasi Serambinews.com pada Jumat (17/4/2026). 

“Iya benar, ada belatung di MBG, menunya ayam,” ujar Rahmat.

Ia mengatakan bahwa peristiwa ini memicu protes dari siswa-siswi sekolahnya.

“Siswa-siswi kami protes makanan seperti itu,” pungkas kepala sekolah SMPN 3 Sawang.

Menurutnya, kejadian tersebut membuat siswa-siswi di sekolahnya merasa keberatan dan melayangkan protes terhadap kualitas makanan yang disediakan.

Baca juga: Pasien Keracunan MBG di Simpang Mamplam Bireuen Sudah Pulang, Tersisa 16 Orang Dirawat

Baca juga: Bob Hasan Tegaskan Dana Otsus Aceh Bisa Naik Jadi 2,5 Persen Tanpa Batas Waktu

Respons Kepala SPPG 

Di sisi lain, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lhok Pawoh, Sawang, Aldi Satria, memberikan tanggapan terkait insiden tersebut.

Ia mengaku saat ini sedang dalam kondisi kurang sehat dan menjalani perawatan di rumah, sehingga pengawasan langsung terhadap proses penyediaan makanan tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Meski demikian, Aldi menyebutkan bahwa selama dirinya sakit, pengawasan dapur tetap dilakukan oleh Asisten Lapangan (Aslap) dan tenaga ahli gizi.

“Saat ini saya meminta Aslap dan ahli gizi untuk melakukan pengawasan baik dari proses pembuatan maupun packing makanan.

Saya juga ikut memonitor dari CCTV,” katanya.

Namun, ia tidak menampik kemungkinan adanya kelalaian dalam proses tersebut.

Atas kejadian ini, pihak SPPG menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya siswa dan masyarakat yang terdampak.

“Mungkin ada kelalaian dari pihak kami, oleh karena itu kami memohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.

(Serambinews.com/Ilhami Syahputra)

Baca juga: 18 Siswa di Aceh Selatan Diduga Keracunan MBG, 14 Dirawat Inap

Baca juga: MPU Aceh Imbau SPPG MBG dan Warung Patuhi Aturan Saat Ramadhan

Baca juga: Puluhan Santri Pesantren Aceh Singkil Dirawat Usai Konsumsi Menu MBG

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.