Nenek Tewas dengan Tangan dan Kaki Terikat, Tangis Suami Pecah di Pemakaman
Kiki Novilia April 17, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Subang - Tarsiah (72) korban dugaan pembunuhan disertai perampokan, dimakamkan di TPU Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jumat (17/4/2026).

Sebelumnya Tarsiah ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Saat ditemukan, kondisi kamar dan lemari dalam keadaan berantakan.

Korban diduga menjadi sasaran perampokan yang disertai kekerasan. Dari lokasi kejadian, uang tunai sekitar Rp30 juta dan perhiasan emas seberat 50 gram dilaporkan hilang.

Berdasarkan keterangan, saat kejadian korban berada seorang diri di dalam kamar karena kondisi kurang sehat.

Sementara itu, suami dan anggota keluarga lainnya tengah mengikuti kegiatan doa bersama terkait rencana keberangkatan haji salah satu anggota keluarga. 

Baca juga: Nenek asal Jerman Meninggal Dunia dalam Kebakaran di Pesisir Barat

Saat keluarganya kembali, betapa terkejut lantaran Tarsiah sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Kini korban telah dimakamkan di TPU setempat. Pemakaman dilakukan tak lama setelah proses autopsi selesai dilaksanakan di RS Bhayangkara Indramayu.

Prosesi pemakaman berlangsung dengan dihadiri puluhan warga dan keluarga. Suasana duka menyelimuti keluarga besar korban yang masih terpukul atas kematian Tarsiah yang dinilai tidak wajar.

Suami korban, Ridho, turut mengantar jenazah hingga ke liang lahat. Ia tampak tertunduk berlinang air mata atas kepergian sang istri yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, dengan tangan dan kaki terikat di dalam kamar.

"Perasaannya sedih. Berlebihan sekali pelaku sampai mengikat tangan dan kaki, bahkan tubuhnya ditutup kasur. Ini sangat kejam," ujar Ridho usai pemakaman, dikutip dari TribunJabar pada Jumat (17/4/2026).

Ridho berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut. Ia ingin mengetahui siapa yang telah menghabisi nyawa istrinya.

"Engga tahu siapa pelakunya, tapi saya ingin tahu dan berharap segera tertangkap," katanya.

Hal serupa disampaikan Roni, kerabat korban. Ia meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.

"Harapan kami, pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai perbuatannya," ujarnya.

Peristiwa ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian guna mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

Kasi Humas Polres Subang, AKP Edi Juhaidi, menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

"Untuk sementara masih dalam penyelidikan, mohon doanya semoga cepat terungkap," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.