MENGEJUTKAN, Kemensos Ungkap 25.000 KPM Baru Bansos April 2026, Ini Kata Pengamat
Adiana Ahmad April 17, 2026 07:19 PM

POS-KUPANG.COM -  Sinyal kemiskinan bertambah. sinyal itu muncul setelah secara mengejutkan Kementerian Sosial ( Kemensos ) mengungkap hasil pemutakhiran data bantuan sosial atau Bansos April 2026.

Dalam data terbaru tersebut, ada penambahan sekitar 25.000 Keluarga Penerima Manfaat atau KPM Baru. 

Temuan ini memunculkan sinyal bahwa persoalan kemiskinan belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai pembaruan data tersebut justru mencerminkan jumlah kelompok miskin belum menurun. ia menyebut tren penambahan data penerima menunjukkan target pengentasan kemiskinan belum tercapai.

“Kalau dilihat, datanya justru bertambah. Artinya target 0 persen kemiskinan itu belum terwujud. Jadi ini menunjukkan bahwa jumlah masyarakat miskin belum turun, bahkan cenderung meningkat jika melihat pembaruan data terbaru ini,” katanya.

Baca juga: Simak 2 Cara Cek Status Penerima Bansos April 2026 Secara Online Lewat HP, Gampang Tidak Pakai Ribet

Ia menambahkan, indikasi tersebut sejalan dengan berbagai temuan di lapangan yang menunjukkan tekanan ekonomi masyarakat masih tinggi.

“Kalau mengacu pada berbagai informasi di lapangan, angkanya bisa mendekati sekitar 17 % . Ini yang harus menjadi perhatian karena berarti upaya penurunan kemiskinan belum optimal,” ujarnya.

Trubus juga menyoroti persoalan integrasi data antarlembaga yang dinilai belum sinkron.

“Ini problemnya di data. Antarkementerian dan lembaga belum sepenuhnya terbuka dan terintegrasi. Padahal semua membutuhkan data yang sama. Harus ada satu data Indonesia yang benar-benar sinkron supaya kebijakannya tidak bias,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan bansos sebagai instrumen utama pengentasan kemiskinan.

“Jangan hanya mengandalkan bansos. Harus ada program padat karya. Jadi masyarakat tidak hanya menunggu bantuan, tetapi juga didorong untuk bekerja dan meningkatkan pendapatan. Itu yang bisa mendorong mereka naik kelas dari miskin ke menengah,” katanya.

Baca juga: Cara Cek Bansos PIP April 2026 di Website Kemendikbud,pip.kemdikbud.go.id, Ini Kriteria Penerimanya

Penjelasan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan tambahan KPM Baru pada Bansos April 2026 berasal dari pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume kedua yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melalui verifikasi dan validasi lapangan.

Saifullah Yususf menegaskan pembaruan data dilakukan secara berkala untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran sekaligus memperbaiki kualitas basis data penerima.

“Pembaruan data dilakukan secara berkala untuk meningkatkan akurasi dan memastikan bansos tepat sasaran. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus meminimalkan kesalahan data, baik yang tidak tepat sasaran maupun yang selama ini belum terdata,” ujar Saifullah Yusuf dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh hingga ke lapangan agar data yang digunakan pemerintah semakin presisi.

“Karena itu, kami lakukan verifikasi dan validasi bersama BPS secara langsung di lapangan. Dengan cara ini, kami bisa melihat kondisi riil masyarakat dan memastikan bahwa setiap perubahan status ekonomi bisa segera tercermin dalam data,” katanya.

Baca juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT April 2026 di Website Kemensos

Dari hasil verifikasi, Kemensos menyaring 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki klasifikasi kesejahteraan.

Hasilnya, sebanyak 25.665 keluarga masuk kelompok desil 1–4 atau kategori layak menerima bantuan.

Sementara itu, 1.511 keluarga masuk desil 5–10 dan dinilai tidak layak menerima bansos.

Penambahan ini menjadi basis perluasan penerima bansos pada penyaluran Triwulan II 2026.

Hanya saja, katanya, di saat bersamaan Kemensos juga mencoret 11.014 KPM dari daftar penerima karena tergolong inclusion error atau tidak lagi masuk kategori miskin maupun rentan.

Di tengah pembaruan ini, masyarakat diminta aktif mengecek status penerimaan bansos secara mandiri. Berikut langkah-langkahnya:

Cara cek bansos melalui situs resmi Kemensos

Buka laman cekbansos.kemensos.go.id
Masukkan data wilayah (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa)
Ketik nama lengkap sesuai KTP
Masukkan kode captcha
Klik “Cari Data”

Cara cek bansos melalui aplikasi:

Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store atau App Store
Daftar dan lengkapi data diri
Unggah KTP dan swafoto
Login ke aplikasi
Cek status pada menu profil. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.