Antisipasi Kebakaran saat Musim Kemarau, BPBD Bantul Imbau Warga Tak Bakar Sampah Sembarangan
Muhammad Fatoni April 17, 2026 05:01 PM

 

TRIBUNJOGJA,COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan antisipasi kejadian kebakaran, terutama pada musim kemarau.

Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, berujar selama Januari hingga pertengahan Maret 2026, tercatat ada 57 kejadian kebakaran.

"Itu terjadi dikarenakan beberapa penyebab. Terbanyak ada 27 kejadian dikarenakan korsleting listrik, 15 kejadian karena kelalaian," katanya, kepada Tribunjogja.com, Jumat (17/4/2026).

Selain itu, terdapat pula 10 kejadian kebakaran terjadi karena kebocoran gas, dua kejadian karena aktivitas membakar sampah, dan tiga kejadian belum diketahui penyebabnya.

Pembakaran Sampah

Untuk meminimalisasi kejadian itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan sembarangan tanpa pengawasan.

"Masyarakat juga dilarang membuang puntung rokok sembarangan, segera matikan alat listrik yang tidak digunakan, hingga cek kompor dan tabung gas dari kebocoran," ucap dia.

Imbauan itu diberikan mengingat pada saat musim kemarau tiba, kondisi permukaan dapat kering dan apabila terjadi kebakaran dapat berpotensi meluas.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk siapkan alat pemadam api ringan," pesan Kurniawan.

Baca juga: Dongkrak Ekspor, Kadin Gandeng Bank Bantul dan Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Gubug

Potensi Kekeringan

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengaku telah melakukan pemetaan lokasi potensi dampak kekeringan. 

Sebarannya berada di Kapanewon Dlingo, Imogiri, Pajangan, Piyungan, Pandak, hingga Srandakan.

"Kemudian, kami akan mengaktifkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan juga relawan kebakaran setempat manakala terjadi kebakaran maupun kekeringan," ujarnya,

Sebagai langkah penanganan, pihaknya juga akan menggandeng Tagana, Palang Merah Indonesia, relawan, corporate sosial responsibility, maupun perusahaan yang peduli terhadap dampak dari kekeringan untuk melakukan droping air.

"Untuk tangki dropping air telah disiapkan. Itu untuk memberikan bantuan terhadap lokasi yang berpotensi mengalami kekeringan. Kemudian, Berapa liternya, droping air nantinya tergantung kebutuhan," tutupnya.(*)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.