BANGKAPOS.COM - Sebuah warung kopi sederhana tampak berdiri di Jalan KH Abdurachman Siddik No 1 B Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Posisi kedai kopi ini berada persis di persimpangan menuju permukiman warga.
Kedai kopi kekinian ini berdiri di atas lahan minimalis.
Meski lahannya sempit di pinggir trotoar, namun suasana meja dan kursi pengunjung tetap tertata rapi.
Pantauan Bangkapos.com, pengunjung terlihat silih berganti, terutama pada waktu tertentu. Malam hari biasanya lebih ramai pengunjung.
Pengendara yang datang tetap bisa memarkirkan kendaraannya di sisi jalan dekat lokasi warung.
Nama kedainya Ko’Skap Coffee.
Desy, owner Ko’Skap Coffee, menceritakan perjuangannya membangun warkop kecil sejak enam tahun lalu, tepatnya 2020.
Sebelum kedai kopinya menetap di lokasi itu seperti sekarang, usaha warung kopi ini mulanya dijalankan secara sederhana menggunakan motor gerobak.
Motor gerobak yang memuat bahan-bahan serta peralatan kopi bisa berpindah-pindah lokasi. Di situ ada peluang ramai pembeli, di situlah motor gerobak kopi ini mangkal.
Hingga suatu saat Desy mendapatkan lahan kecil di pinggir jalan yang kini menjadi tempat usahanya bertahan.
Ko’Skap Coffee mampu bersaing di tengah maraknya bisnis kopi lokal maupun kopi kekinian di Kota Pangkalpinang.
“Kalau ramai banget biasanya malam, banyak anak muda datang habis pulang kerja hingga berlarut malam," kata Desy ditemui Bangkapos.com, Jumat (17/4/2026).
Desy kini fokus menjadikan kedai kopi sebagai sumber ekonomi.
Ia berharap usahanya dapat terus berjalan dan menjadi sumber penghidupan, meskipun kondisi tempat usahanya jauh dari kata luas.
(Bangkapos.com/Andrew Rays Adrian)