Kapan Musim Kemarau 2026? Penjelasan BMKG Terbaru, Penyebab Masih Turun Hujan di Sejumlah Wilayah
Doan Pardede April 17, 2026 05:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak April 2026.

Namun, di sejumlah wilayah, hujan masih terjadi bahkan memicu banjir, seperti yang dilaporkan di Solo.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: kapan sebenarnya musim kemarau 2026 dimulai dan mengapa hujan masih turun?

Musim Kemarau 2026 Dimulai Sejak April

Menurut BMKG, musim kemarau 2026 tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Samarinda Waspada Kemarau Ekstrem, Walikota Terbitkan Imbauan Kesiapsiagaan

Awal kemarau dimulai secara bertahap sejak April, dengan wilayah Nusa Tenggara menjadi yang pertama mengalaminya.

Pada awal April 2026, sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 26,3 persen pada Mei, dan bertambah lagi 23,3 persen pada Juni.

Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Mengapa Masih Hujan Saat Kemarau?

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena Indonesia masih berada dalam masa peralihan musim.

“Karena masih transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Kemarau di Indonesia tidak terjadi secara serentak,” ujarnya, seperti dilansir Kompas.com.

Ia menambahkan, awal musim kemarau di Pulau Jawa umumnya dimulai dari wilayah timur dan bergerak ke arah barat.

Selain itu, wilayah dataran rendah biasanya lebih dahulu mengalami kemarau dibandingkan dataran tinggi.

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering

BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan cenderung lebih kering dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

“Kemarau tahun ini di bawah normal, lebih kering dibandingkan rata-rata kemarau pada umumnya,” kata Ardhasena.

Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan.

Durasi Kemarau Berbeda di Setiap Wilayah

Durasi musim kemarau di Indonesia bervariasi tergantung wilayah:

  • Sumatera: 1–9 bulan
  • Jawa: 4–10 bulan
  • Bali, NTB, NTT: 5–10 bulan
  • Kalimantan: 1–6 bulan
  • Sulawesi: 1–9 bulan
  • Maluku, Maluku Utara, Papua: 1–8 bulan

Perbedaan ini dipengaruhi oleh kondisi geografis dan pola iklim masing-masing daerah.

Baca juga: Debit Air Mulai Menurun, Penajam Paser Utara Waspadai Musim Kemarau Lebih Panjang

Imbauan BMKG

Meski sebagian wilayah sudah memasuki musim kemarau, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Hujan lebat, angin kencang, hingga banjir masih berpotensi terjadi selama masa transisi musim ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.