Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Karawang menyoroti kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan baku kontruksi baru-baru ini.
Ketua Kadin Karawang periode 2026–2030 Aris Susanto mengatakan, tantangan geopolik sangat berpengaruh pada dunia usaha. Sehingga akhirnya sinergi antar pengusaha dan pemerintah sangat penting.
"Pentingnya dukungan seluruh pelaku usaha di Karawang untuk menjalankan roda organisasi secara optimal dan berdampak nyata bagi ekonomi daerah. Apalagi ditengah situasi seperti ini," kata Aris pada Minggu (19/4/2026).
Aris menerangkan, solar industri B40 alami kenaikan dan tembus di atas Rp 28.000-Rp 30.000 per liter.
Adanya kenaikan BBM industri tentu akan menjadi tantangan dan membuat cost produksi meningkat.
"Akhirnya dampak pada keuntungan yang berkurang, atau bahkan bisa menjadi naik harga," beber dia.
Selain kenaikan BBM, bahan baku kontruksi seperti besi dan aspal juga alami kenaikan. Harga besi dari Rp 90 ribu menjadi Rp 100 ribu per batang. Dan aspal dari Rp 1,5 juta per ton menjadi Rp 1,9 juta per ton.
"Akibatnya modal sudah pasti naik, kami pun biaya produksi naik otomatis harga naik dan bisa berpengaruh pada daya beli masyarakat jadi berat," kata dia.
Sebelumnya, Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-8 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Karawang yang digelar di Hotel Resinda, Rabu (15/4/2026) menetapkan Aris Susanto sebagai ketua terpilih secara aklamasi.
Pelaksanaan Mukab kali ini berlangsung di tengah dinamika organisasi, termasuk mencuatnya isu dualisme kepemimpinan di tingkat Kadin Jawa Barat.
Meski demikian, forum tetap berjalan dengan pengawalan ketat dari panitia dan berlangsung kondusif hingga penetapan ketua.
Steering Committee (SC) telah menetapkan tiga kandidat yang bersaing, yakni Abdul Aziz Mathori, Novriyanto Syafrudin, dan Aris Susanto.
Ketiganya bahkan menjalani masa karantina sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas jalannya forum.
Karena 2 kandidat dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), Aris Susanto resmi terpilih secara aklamasi sebagai ketua.
Aris menyampaikan bahwa amanah tersebut akan dijalankannya dengan penuh tanggung jawab, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk kembali bersatu.
“Ini amanah besar. Setelah pemilihan tidak ada lagi perbedaan. Kadin harus menjadi rumah besar bagi seluruh pengusaha di Karawang,” katanya.
Ia menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (MAZ)