Grogi Alfin Daniel di Simulasi Grand Final Proliga 2026, Jakarta LavAni Libas JBP 25-20 di Set I
Facundo Chrysnha Pradipha April 19, 2026 06:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Perasaan grogi dan tertekan tak bisa dihindarkan oleh Alfin Daniel Pratama saat Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) menelan kekalahan set pertama atas Jakarta LavAni Livin Transmedia di Final Four Proliga 2026 Semarang.

Berlangsung di GOR Jatidiri, Jawa Tengah, Jakarta LavAni meraih kemenangan comeback pada set pertama 25-20 atas Jakarta Bhayangkara Presisi, meski di awal laga sempat tertinggal lima poin, Minggu (19/4) sore WIB.

Sebagai informasi, pertandingan ini tak ubahnya simulasi Grand Final Proliga 2026. Sebab, baik Bhayangkara Presisi dan LavAni lah tim yang akan memperebutkan gelar juara musim ini, yang bakal digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 24-26 April.

Sorotan tertuju kepada setter Timnas Voli Indonesia, Alfin Daniel Pratama.

PROLIGA 2026 - Pevoli putra LavAni, Boy Arnes (kanan) berpelukan setelah mendapatkan poin saat menghadapi tim voli Jakarta Garuda Jaya dalam pertandingan final four seri kedua Proliga 2026 di Gor Sritex Arena, Solo, Sabtu (11/4/2026). TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina
PROLIGA 2026 - Pevoli putra LavAni, Boy Arnes (kanan) berpelukan setelah mendapatkan poin saat menghadapi tim voli Jakarta Garuda Jaya dalam pertandingan final four seri kedua Proliga 2026 di Gor Sritex Arena, Solo, Sabtu (11/4/2026). TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina (Tribunnews.com/Muhammad Nursina Rasyidin)

Bermain sebagai starter, Alfin justru melakukan tiga kesalahan krusial dalam melakukan set serangan. Termasuk dua kali umpannya kepada quicker Raden Ahmad Gumilar dan Yuda Mardiansyah Putra, berbuah eror.

Tidak hanya itu, berulang kali set serangan Alfin Daniel bisa dibaca oleh pemain LavAni. 

Pada akhirnya, pelatih JBP, Reidel Toiran, menggantikan Alfin di pertengahan set pertama, dan memasukkan setter senior Nizar Zulfikar.

Ulasan Pertandingan LavAni vs Bhayangkara Presisi

Jakarta Bhayangkara Presisi memulai laga dengan ssangat baik. Keunggulan lima poin sempat dihasilkan oleh sang juara bertahan.

Namun Jakarta Bhayangkara Presisi tidak mampu mempertahankan momentum.

Jakarta LavAni mampu menyamakan kedudukan, bahkan membalikkan skor di angka 13-12. Tiga momen krusial atas kehilangan poin cuma-cuma Jakarta Bhayangkara Presisi dikarenakan adanya kesalahan koordinasi.

Pertama, Alfin Daniel melakukan kesalahan set serangan di mana bola quick tidak sampai kepada Raden Ahmad Gumilar. Kedua, adanya dobel sentuhan dari Yuda Mardiansyah Putra.

Baca juga: Jadwal Grand Final Proliga 2026: JBP Menuju Hattrick Juara, Asa Megawati Rusak Mimpi Gresik Phonska

Dan kesalahan mendasar ketiga adanya momen 'manekin' antara Yuda Mardiansyah dengan Ahmad Gumilar yang saling mengandalkan untuk melakukan passing setelah bola diselamatkan oleh Alfin Daniel.

Momentum saling jual beli smes pun terjadi. Di antaranya melalui dua pevoli dunia, Georg Grozer (Jerman) dari LavAni dan Bardia Saadat (Iran) sebagai andalan Bhayangkara Presisi.

Skor sementara imbang 15-15.

Memasuki keunggulan 17-16 LavAni, Taylor Sander mendapatkan porsi umpan cukup banyak dari Dio. 

Sedangkan dari kubu Bhayangkara Presisi, spiker asal Bulgaria, Martin Atanasov sudah dimatikan secara poin. Sebab, pelatih LavAni, David Lee, dalam technical time-out kedua sudah menginstruksikan untuk menjaga posisi empat di mana mayoritas pevoli Bulgaria selalu menyarah ke posisi tersebut.

Skor sementara 20-17 untuk keunggulan LavAni.

Jakarta Bhayangkara Presisi mendekat 21-19 di penghujung set pertama.

Namun setiap kali mendekat, LavAni selalu berhasil memperlebar gap poin, entah itu dari Grozer maupun Boy Arnez yang berada di rotasi depan.

 Servis ace Grozer menutup set untuk pertama kemenangan LavAni 25-20 atas Jakarta Bhayangkara Presisi.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.