Kronologi Nus Kei Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara, Alami Pendarahan Hebat
Rusaidah April 19, 2026 08:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Nus Kei alias Agrapinus Rumatora menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal.

Saat baru mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, dari Jakarta, Nus Kei dihampiri oleh orang tak dikenal yang kemudian langsung melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (19/4/2026), saat korban berjalan menuju pintu keluar bandara.

Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam,

“Kejadiannya itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, dikutip dari Kompas.com, Minggu.

Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono membenarkan kejadian Nus Kei tewas usai ditikam di bandara.

Baca juga: Sosok Agrapinus Rumatora Alias Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara

Ia menjelaskan, korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun sekitar pukul 10.45 WIT.

Saat itu, korban menggunakan pesawat Lion Air JT880 dari Bandara Pattimura, Ambon.

"Pukul 10.45 WIT, pesawat Lion Air JT880 (yang ditumpangi Nus Kei) landing di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon," ujarnya, dikutip dari Tribunnews, Minggu.

Setelah mendarat, korban berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarga yang telah menunggu.  

Tanpa diduga, korban langsung didatangi seorang laki-laki yang mengenakan jaket merah dan masker.

Laki-laki tersebut langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," kata Dave.

"Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang," katanya.

Melihat kejadian itu, kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berupaya menghentikan pelaku dengan menjatuhkannya.

Namun, pelaku melakukan perlawanan dan melarikan diri.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam area bandara, tetapi akhirnya terjatuh di dekat pintu keluar.

"Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun," kata Dave.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang diderita.

"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," ujar Dave.

Pelaku Penikaman Ditangkap

Setelah kejadian, polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, pelaku berjumlah dua orang, yakni HR (28) dan FU (36).

Polda Maluku menyatakan kasus ini akan ditangani secara profesional dan meminta masyarakat tetap tenang.

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” tuturnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri."

"Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ucapnya.

(Bangkapos.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.