Kabar John Kei Sekarang, Keponakan Nus Kei yang Pernah Seteru vs Hercules, Apa Masih Hidup & Bebas?
Dedy Qurniawan April 19, 2026 09:38 PM

BANGKAPOS.COM - Sosok John Kei kembali jadi sorotan di tengah kabar  Nus Kei atau AgrapinusRumatora yang tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026).

John Kei adalah keponkan dari Nus Kei.

Ia disorot karena pernah berseteru dengan keponakannya tersebut..

John Kei pernah menyerang Nus Kei, pamannya, pada 2020 silam.

Lantas bagaimana kabar John Kei sekarang?

John Kei sekarang masih hidup dan belum bebas.

Ia sebelumnya divonis 15 tahun penjara atas kasus pembunuhan berencana dan pengeroyokan anak buah Nus Kei, Erwin, pada Juni 2020.

John Kei terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 170 KUHP. Aksi ini melibatkan penyerangan di Duri Kosambi dan Green Lake City, Tangerang, yang diperintahkan 

Sekarang John Kei ditahan di mana?

Terakhir John Kei dipindahkan dari Lapas Nusakambangan ke Lapas Salemba, Jakarta Pusat pada 2023.

Ia dipindahkan untuk keperluan pemeriksaan dalam kasus penyerangan dan penembakan kelompok Nus Kei di Bekasi. 

Belum ada lagi informasi terkini soal kabar ditahan di mana John Kei sekarang.

John Kei Serang Nus Kei

Sebelumnya, John Kei sempat menyerang pamannya sendiri, Nus Kei, 2020 silam.

Kelompok John Kei menyerang rumah Nus Kei di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang.

Akibat penyerangan oleh kelompok John Kei terhadap rumah Nus Kei, satu orang tewas setelah dibacok.

Korban tewas adalah Yustus Corwing Rahakbau.

Polisi kemudian meringkus 30 orang pelaku penyerangan dan mereka ditetapkan sebagai tersangka. 

John Kei juga menjadi tersangka setelah polisi mengantongi bukti bahwa ada perintah dari John Kei untuk membunuh Nus Kei.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, mengatakan bahwa keributan ini dipicu akibat John Kei  yang tidak puas dengan hasil pembagian penjualan tanah. 

Nana juga mengatakan bahwa John Kei dan Nus Kei saling bersaudara atau satu keluarga.

Bahkan, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi, Nus Kei menyebutkan bahwa hubungannya dengan John Kei adalah paman dan keponakan. 

Saat kejadian itu, Klaster Australia, Green Lake City, dijaga ketat petugas pascameletusnya keributan, Minggu (21/6/2020).

Setiap orang yang masuk harus melewati tahapan ketat.

Mulai dari tujuan, menunjukka Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga pengecekan suhu tubuh.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan bahwa aksi penganiayaan di Cengkareng dan penyerangan rumah di Tangerang oleh kelompok John Kei, Minggu (22/6/2020) sebagai aksi brutal premanisme.

Dalam penyelidikan, kata Nana, petugas meringkus 30 orang yang terlibat dalam dua aksi itu termasuk John Kei dari markas mereka di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, Minggu malam.

"Pada Minggu kemarin di saat mulai kita buka Car Free Day, kita dikejutkan dengan aksi yang bisa dikatakan aksi brutal premanisme di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang dari kelompok yang selama ini dikenal kelompok John Kei," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).

Aksi brutal tersebut sudah direncanakan kelompok Joh Kei yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kelompok John Kei, kata Nana, melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama dan terang-terangan terhadap orang lain di Cengkareng.

Aksi itu terjadi  Minggu (21/6/2020) pukul 11.30 WIB dan terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok John Kei.

"Pelaku berjumlah 5 sampai 7 orang terhadap kelompok Nus Kei dan terjadi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Ini menyebabkan 1 orang meninggal dunia yaitu atas nama ER," kata Nana.

Korban tewas setelah mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh.

"Dan 1 orang lagi mengalami luka yakni 4 jari tangannya putus karena bacokan atas nama AR," ujarnya.

Kemudian, pada hari yang sama, aksi kekerasan yang dilakukan kelompok John Kei terjadi lagi pada pukul 12.25 WIB.

Sekitar 15 orang dengan menggunakan 4 unit kendaraan roda empat mendatangi rumah klaster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

"Ke-15 orang ini juga diduga dari kelompok John Kei mendatangi rumah tersebut di Perumahan Green Lake, klaster Australia Australia di Jalan Boulevard Cipondoh, Tangerang Kota. Mereka datang ke sana kemudian mencari seseorang," ujar Nana.

Seseorang yang dicara kelompok John Kei adalah Nus Kei.

"Rumah tersebut memang merupakan rumah yang bersangkutan (Nus Kei), tapi ia tidak ada. Yang ada istri dan anak-anaknya."

"Tetapi istri dan anaknya kemudian berusaha untuk meninggalkan tempat dan terjadilah pengrusakan rumah tersebut, mulai dari pintu, kemudian ruang tamu dan kamar yang dirusak oleh kelompok tersebut," kata Nana Sudjana.

Kala itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengungkap bahwa motif penyerangan yang dilakukan oleh kelompok John Kei terhadap Nus Kei bermula ketidakpuasan pembagian uang hasil penjualan tanah.

"Dilandasi berdasarakan permasalahan pribadi antara saudara John Kei dengan Nus Kei. Masalahnya adanya ketidak puasan pembagian uang hasil penjualan tanah," kata Nana .

Kemudian permasalahan semakin meruncing dengan keduanya saling melempar ancaman.

Terjadi dua aksi penyerangan oleh kelompok John Kei pada hari, Minggu (21/6/2020).

Penyerangan pertama berlokasi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat sekitar pukul 11.30 WIB.

Aksi penyerangan yang dilakukan oleh sekitar 7 orang tersebut menewaskan 1 orang dengan sejumlah luka bacok, serta 1 orang lainnya mengalami luka di bagian tangan.

Penyerangan kedua terjadi di kediaman Nus Kei di Green Lake City, Cluster Australia No 52, Cipondoh, Kota Tangerang pada pukul 12.25 WIB.

Mereka melakukan pengrusakan terhadap rumah yang ditempati Nus Kei. Pintu rumah Nus Kei didobrak, kaca jendela dipecahkan menggunakan barbel.

Selain itu merusak ruang tamu dan kamar tidur menggunakan parang. Pelaku juga merusak satu kendaraan milik Nus Kei dan satu milik tetangganya.

Nana melanjutkan, saat itu kelompok tersebut mencari Nus Kei. Namun diketahui yang bersangkutan sedang tidak berada di rumahnya.

"Yang ada istri dan anak-anaknya. Mereka berusaha meninggalkan tempat saat pengrusakan sedang berlangsung."

"Kemudian setelah melakukan pengrusakan dan tidak ditemukan orang yang dicari. Kelompok ini keluar," beber Nana.

Saat meninggalkan kompleks perumahan itu, kelompok John Kei kembali melakukan aksi penyerangan terhadap orang-orang di kawasan tersebut.

"Melakukan pengerusakan terhadap gerbang perumahan dan membuang tembakan sebanyak 7 kali."

"Sehingga menyebabkan 1 orang security tertabrak dan satu pengemudi ojek online tertembak di jempol kaki sebelah kanan," tuturnya.

Saat ini sebanyak 30 orang terduga pelaku termasuk John Kei telah diamankan oleh pihak kepolisian dan akan dilakukan pendalaman.

Baca juga: Biodata Nus Kei yang Tewas Ditikam, Paman John Kei, Pernah Diserang Keponakan Sendiri, Apa Motifnya?

Profil John Kei

John Kei atau John Refra Kei adalah tokoh preman di Jakarta.

Ia merupakan orang Pulau Kei, Maluku Utara.

Ia merupakan pria kelahiran Tutrean, Pulau Kei, Maluku Utara.

John Kei terkenal dengan julukan Godfather of Jakarta.

Hal tersebut tidak lepas dari catatan kriminal yang ia miliki.

John Kei disandingkan dengan mafia di Italia dan diberikan gelar 'Godfather of Jakarta' karena bisnisnya seperti mafia.

Perjalanan hidup John Kei dimulai saat usia 18 tahun ketika ia merantau ke Surabaya.

Selama di Surabaya, John Kei menggelandang dan ditolong untuk membantu Hamba Allah di sebuah gereja.

Dirinya kemudian memutuskan untuk pindah menuju ibu kota, tepatnya di kawasan Berlan, Jakarta Pusat.

John Kei dikenal sebagai debt kolektor melalui organisasi Angkatan Muda Kei (AMKEI).

Namanya makin meroket di komunitas underground Jakarta setelah kematian Basri Sangaji yang merupakan pesaingnya.

Kematian Basri Sangaji sering dikaitkan dengan John Kei, hal ini karena antara kelompok John Kei dengan Basri Sangaji sempat bentrok.

John Kei lolos dari jeratan hukum karena tidak terbukti terlibat dalam pembunuhan Basri Sangaji.

Nama John Kei tersorot media saat dirinya tertangkap karena kasus pembunuhan Tan Harry Tantono, Direktur Sanex Stell Mandiri.

Pembunuhan

Kasus John Kei yang paling menghebohkan yaitu pembunuhan berencana bos Sanex Stell Mandiri, Tan Harry Tantono 26 Januari 2012.

Tan Harry Tantono ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Jakarta Pusat.

John Kei terbukti melanggar Pasal 340 Juncto Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Pria kelahiran 10 September 1969 divonis 12 tahun penjara pada 27 Desember 2012.

John Kei mengajukan banding. Namun, dirinya kalah dalam persidangan dan justru hukumannya ditambah menjadi 16 tahun penjara.

Dia lalu ditahan di penjara Nusakambangan, Cilacap.

Selama 3 bulan, John Kei ditempatkan di penjara dengan keamanan khusus, CCTV mengintai 24 jam dan dilarang berinteraksi.

Dia juga hanya bisa keluar dari sel penjara selama satu jam tiap harinya.

Lima tahun mendekam di penjara, John Kei sempat mengaku bertaubat.

Dia pun aktif dalam kegiatan keagamaan selama di penjara. Hal tersebut diungkapkannya melalui acara Kick Andy Show.

John Kei juga pernah berseteru dengan Hercules

Kala itu, Bentrokan hebat terjadi antara dua preman paling sadis, yakni kelompok John Kei dengan kelompok Hercules 29 Agustus 2012 silam.

Bentrokan diduga terjadi karena perebutan lahan kosong milik Sabar Ganda.

100 orang kelompok John Kei ke lokasi tanah milik PT Sabar Ganda yang selama ini dijaga oleh 10 orang kelompok Hercules.

Tawuran hebat pun tak terhindarkan.

John Kei maupun Hercules sama-sama menduduki lokasi dan enggan membubarkan diri.

Keduanya juga saling klaim menguasai lahan kosong tersebut.

Dalam insiden ini, lebih dari 1 peleton anggota Sabhara Polda Metro Jaya diterjunkan.

Polisi melakukan penggeledahan dan penyitaan berbagai jenis senjata tajam terhadap kelompok John Kei di depan kantor Kecamatan Cengkareng.

Dalam penggeledahan ini, dua orang tertembak dan meninggal dunia.

Keduanya yakni Semi Binggo dan Lajuma Maswatu. 

Baca juga: Profil Hercules, Ketua Ormas GRIB Jaya Sebut Sutiyoso Bau Tanah, Dijuluki Preman Tak Bisa Mati

Rekam Jejak John Kei

Berikut rekam jejak John kei:

Bebas Bersyarat

John Kei bebas bersyarat pada Kamis (26/12/2019).

Hal ini berarti dia hanya menjalani masa hukuman penjara 7 tahun 10 bulan.

Sesaat setelah bebas, John Kei sempat mengaku ingin berubah.

Dia ingin hidup tenang bersama dengan keluarganya.

Masuk Partai

Sebulan setelah bebas, John Kei bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Rabu (15/1/2020).

Saat itu, John Kei diharapkan bisa membantu PKPI di Indonesia Timur.

Ditangkap Lagi

John Kei kembali ditangkap 6 bulan setelah keluar dari penjara oleh Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya menggerebek markas John Kei di perumahan Tytyan Indah Utama, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020).

Penggerebekannya dilakukan setelah terjadi kasus penembakan, kericuhan, dan pembacokan di perumahan elite Green Lake City, Tangerang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebutkan John Kei ditangkap bersama dengan anak buahnya.

Total 25 orang ditangkap polisi dalam penggerebekan ini.

Polisi juga mengamankan 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel.

Divonis 15 Tahun Penjara

Ia sebelumnya divonis 15 tahun penjara atas kasus pembunuhan berencana dan pengeroyokan anak buah Nus Kei, Erwin, pada Juni 2020.

John Kei terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 170 KUHP. Aksi ini melibatkan penyerangan di Duri Kosambi dan Green Lake City, Tangerang, yang diperintahkan 

Terakhir John Kei dipindahkan dari Lapas Nusakambangan ke Lapas Salemba, Jakarta Pusat pada 2023.

Ia dipindahkan untuk keperluan pemeriksaan dalam kasus penyerangan dan penembakan kelompok Nus Kei di Bekasi. 

Belum ada informasi terkini soal kabar ditahan di mana John Kei.

Membunuh sejak 22 Tahun

John Kei pernah berbagi kisah dengan Andy Noya melalui saluran YouTube Kick Andy Show pada Jumat (12/4/2019).

Pada kesempatan tersebut, John Kei menceritakan bagaimana dirinya bisa berubah dari pembunuh bengis menjadi sosok yang membawa perubahan satu penjara.

John Kei mengakui sejak usia 22 tahun dirinya sudah mulai membunuh orang.

Bahkan sang Godfather of Jakarta ini menegaskan tidak ada penyesalan setelah menghilangkan nyawa orang lain.

Menurut John Kei, dirinya yang saat itu justru merasa lebih hebat jika sudah berhasil membunuh orang.

Namun, John Kei menjelaskan jika dirinya tidak akan melukai orang lain jika orang tersebut tidak melukai dirinya.

Saat Andy bertanya pada John Kei soal alasan sang pembunuh sadis ini berubah, ia pun menceritakannya.

Bermula saat John Kei ditempatkan di penjara khusus.

John Kei ditempatkan di dalam satu kamar dengan kamera yang mengintai sepanjang waktu.

Selain semua aktivitasnya terpantau oleh kamera, ia juga dilarang berinteraksi dengan napi lainnya.

Ia juga dibatasi untuk keluar dari sel selama satu jam saja dalam waktu satu hari.

Kunjungan keluarga pun dibatasi di lapas Nusakambangan.

Hal itu harus dialami oleh John Kei selama masa tiga bulan.

Selama itu, awalnya John Kei memberontak dan ingin keluarkan.

"Aku dengar bisikan, kamu ngapain teriak-teriak sampai tuli tidak ada gunanya. Bener saya denger sendiri," cerita John Kei pada Andy.

John Kei pun merenung dan ingin mati masuk surga tidak neraka, hal ini membuat dirinya semakin rajin membaca alkitab.

Ia menegaskan semua terserah pada semua orang menilai perubahan dirinya.

"Orang mau ngomong apa itu urusan mereka tapi saya punya keyakinan dan saya yakin sampai mati saya melayani Tuhan," tegas John Kei.

John Kei sudah mempersiapkan jika keluar tidak akan tergoda.

"Kitab Injil Matius ayat 33 itu meyakinkan saya, kalau saya melayani Tuhan, Tuhan nggak mungkin lupa saya, Tuhan akan memberikan lebih dari yang aku butuhkan. Waktu yang akan membuktikan," jelas John Kei.

Berseteru dengan Hercules

(Bangkapos.com/Tribun-Video/Surya.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.