TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Meski kalah di laga final Liga 4 Sulut, Bolsel FC boleh pulang dengan kepala tegak.
Mereka menampilkan permainan yang ciamik sepanjang turnamen.
Dan tim ini berhak mendampingi sang jawara Persma 1960 ke putaran Liga 4 nasional.
Baca juga: Gubernur Sulut YSK Serahkan Piala Liga 4 ke Persma Manado Usai Tumbangkan Bolsel FC 2-0
Tampil dengan pemain muda binaan sendiri, Bolsel yang awalnya tak diunggulkan, justru
tampil trengginas.
Di laga final, Persma sempat kerepotan sepanjang babak dengan permainan menyerang
anak anak Bolsel.
Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru mengungkapkan rasa syukurnya atas sejarah yang sudah
diciptakan oleh Bolsel FC.
"Saya atas nama warga Bolsel ucapkan terima kasih pada pak Gubernur yang telah memperjuangkan sehingga Bolsel FC bisa lolos ke Liga 4 nasional,” kata dia.
Menurut dia, keberhasilan ini adalah wujud dari kerja keras serta akan menjadi momentum
bagi kemajuan di depan.
Dia berharap dukungan masyarakat agar Bolsel FC dapat terus besar dan mengukir prestasi.
Suporter nonton di tingkat atas rumah hingga di bukit.
Inilah keunikan penonton di Stadion Klabat.
Suasana ini merupakan salah satu sisi lain pertandingan sepakbola di Stadion Klabat Manado di era kejayaan Persma Manado pada akhir 90 - an.
Kala itu, Persma Manado begitu dicintai publik.
Hingga Stadion Klabat selalu penuh kala Persma bertanding.
Saking penuhnya, rumah warga di seputaran Stadion yang bertingkat dua jadi pilihan bagi warga yang kehabisan tiket.
Suasana ini kembali di Final Liga 4 antara Persma 1960 Vs Bolsel FC, Minggu (19/4/2026).
Amatan Tribunmanado.com, sejumlah rumah bertingkat milik warga di sisi utara Stadion jadi lokasi nonton oleh warga.
Tampak beberapa warga di tingkat dua dan tiga rumah tersebut.
Terlihat pula seorang aparat tengah berjaga.
Stadion Klabat memang penuh.
Tribun utama dan kiri kanannya juga penuh sesak.
Suasana kurang lebih sama nampak tribun terbuka timur.
Saking penuhnya tribun tersebut, sampai sampai penontonnya dialihkan ke tribun belakang gawang.
Pertandingan sendiri berlangsung meriah.
Dua kelompok suporter dari Persma dan Bolsel FC bersaing dalam memberikan dukungan.
Genderang ditabuh, bendera dikibarkan, yel yel dipekikkan.
"Ini vibesnya sudah seperti kala Persma jaya dulu," kata Alfa seorang warga.
PERSMA MENANG
Persma Manado tampil impresif dalam laga final Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) dengan keunggulan sementara atas Bolsel FC, Minggu (19/4/2026) di Stadion Klabat.
Pemain bernomor punggung 13, Herrie Lontoh, menjadi bintang lapangan setelah mencetak dua gol bagi Persma Manado di babak kedua.
Gol pertama lahir pada pertengahan babak kedua lewat sundulan memanfaatkan umpan matang dari sisi sayap.
Herrie sukses memenangkan duel udara dan mengarahkan bola ke gawang tanpa mampu dihalau kiper lawan.
Tak berselang lama, Herrie Lontoh kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini melalui tendangan voli keras dari dalam kotak penalti, memanfaatkan bola liar hasil kemelut di depan gawang Bolsel FC.
Dua gol tersebut memastikan Persma Manado unggul 2-0 sementara dalam pertandingan final yang berlangsung sengit.
Keunggulan ini membuat Persma Manado semakin di atas angin, sementara Bolsel FC harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan.(ART)