Jusuf Kalla Sebut Termul Harus Diberitahu Jokowi Jadi Presiden karena Jasanya, Simak Reaksi PDIP
Dedy Qurniawan April 19, 2026 11:24 PM

BANGKAPOS.COM - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) menyebut bahwa Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi Presiden RI karena jasanya.

Termul merupakan akronim dari 'Ternak Mulyono' yang kerap ditujukan sebagai relawan Jokowi.

Hal ini disampaikan JK dalam konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Lantas seperti apa jasa JK bagi Jokowi?

Awalnya,  JK mengatakan Megawati menolak untuk mengusung Jokowi sebagai cagub saat maju dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2012.

Lalu, JK mengeklaim bahwa dirinya membawa Jokowi ke Megawati dan mempromosikannya dengan representasi sebaagi sosok 'orang baik'.

"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. (Megawati menjawab) 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," kata JK.

JK lantas menyebut Jokowi berterimakasih kepadanya karena telah membuat dia menang Pilgub DKI Jakarta 2012.

Lewat pernyataann itu, dirinya lantas mengeklaim bahwa tanpa jasanya, Jokowi tidak mungkin bisa maju menjadi capres pada Pilpres 2014 dan berujung menang.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?" tegas JK dengan suara lantang.

Pada momen tersebut, JK menyebut Megawati juga sempat enggan untuk mengusung Jokowi menjadi capres dalam Pilpres 2014 jika bukan dirinya yang menjadi cawapres.

"2 tahun dia gubernur (DKI Jakarta), oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini. Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya (cawapres pada Pilpres 2014)," kata JK.

Dia menjelaskan Megawati mau untuk memasangkan Jokowi dengannya karena berpengalaman. Megawati ingin agar JK membimbing Jokowi.

Kala itu, JK mengaku sempat bimbang karena berencana untuk pulang ke kampung halamannya di Makassar. Namun, akhirnya mau untuk menuruti permintaan Megawati.

"Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang jangan, 'Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf' Ya bukan saya minta, bukan," kata JK.

"Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya," imbuh dia.

Baca juga: Dilaporkan Jusuf Kalla ke Bareskrim Polri, Rismon Sianipar Buru-Buru Membantah dan Klairifikasi

Reaksi PDIP

Di sisi lain, politikus PDIP, Guntur Romli, merespons pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang menyebut bahwa dirinya berjasa atas terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden ke-7 RI pada tahun 2014 lalu.

Guntur menegaskan sebenarnya PDIP sudah enggan untuk membahas terkait sosok Jokowi setelah dipecat.

Jokowi dipecat sebagai kader PDIP pada 16 Desember 2024 lalu bersama dengan putra sulungnya sekaligus Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, serta menantunya yang juga sebagai Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution.

Namun, Guntur mengungkapkan pernyataan JK bisa diartikan bahwa yang bersangkutan memang terasa dikhianati oleh Jokowi.

Diketahui, JK merupakan wakil presiden yang mendampingi saat kepemimpinan Jokowi pada periode pertama dari 2014-2019.

"PDI Perjuangan sudah tutup buku dengan Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi."

"Tapi kesan dari pernyataan Pak JK, Jokowi itu memang berkhianat dan melukai pada orang-orang yang berjasa besar padanya," kata Guntur kepada Tribunnews.com, Minggu (19/4/2026).

Guntur lantas membeberkan nama-nama yang dianggap berjasa atas karier politik Jokowi selain JK seperti Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri; Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; hingga mantan Ketua DPC PDIP Solo sekaligus eks Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo atau FX Rudy.

 Dia menyatakan seluruh nama di atas begitu berjasa atas terpilihnya Jokowi sebagai Presiden RI.

Bahkan, Guntur menganggap bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Tom Lembong turut berjasa kepada Jokowi.

Diketahui, Anies sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) era kepemimpinan Jokowi periode pertama.

Bahkan, dirinya juga menjadi juru bicara tim pemenangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 lalu.

Sementara, Tom Lembong juga menjabat menjadi Mendag di era Jokowi periode pertama.

"Dan tidak hanya ke orang-orang PDI Perjuangan (Jokowi dianggap berkhianat), juga pada Pak Anies Baswedan, dan Pak Tom Lembong, yang semuanya pernah membantu Jokowi," ujar Guntur.

Dia kembali menegaskan bahwa seluruh nama yang disebutnya tersebut telah berkontribusi besar dalam karier politik Jokowi.

Namun, Guntur menyatakan bahwa mereka semua berujung dikhianati Jokowi.

"Nama-nama yang saya sebut itu semua berkontribusi besar terhadap karier Jokowi. Tapi apa balasannya? Pengkhianatan dan menyakitkan," katanya. (Tribunnews/bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.