Mengulik Efek Kenaikan BBM Nonsubsidi di Aceh Tamiang, Antara Stabilitas Stok & Kekhawatiran Ekonomi
Saifullah April 20, 2026 01:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pasca penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku sejak 18 April 2026, kondisi di Aceh Tamiang terlihat cukup tenang. 

Tidak terlihat ada antrean panjang di SPBU dalam wilayah kabupaten berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu.

Sebab, sebagian besar jenis BBM, khususnya BBM subsidi masih tersedia. 

Hanya Pertamax yang sempat kosong, namun pihak SPBU memastikan hal itu hanya karena distribusi yang belum tiba. 

Situasi ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak panik, meski perubahan harga cukup signifikan.

Namun di balik stabilitas stok, muncul kekhawatiran baru dari kalangan pelaku usaha dan masyarakat. 

Kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai berpotensi memengaruhi biaya transportasi.

Baca juga: Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Per 18 April 2026, SPBU Tapaktuan Lakukan Penyesuaian

Terutama distribusi bahan pangan yang sangat bergantung pada kendaraan berbahan bakar diesel. 

Walaupun harga Biosolar tidak mengalami kenaikan, ancaman penimbunan atau kelangkaan tetap menjadi momok yang bisa memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.

Hanafi, seorang pengusaha di Tupah menekankan, pentingnya pemerintah menjaga pasokan solar agar tidak terjadi gejolak harga. 

Menurutnya, jika distribusi terganggu, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat dalam bentuk kenaikan harga barang. 

Hal ini sejalan dengan kekhawatiran banyak pihak bahwa kenaikan BBM nonsubsidi bukan hanya soal kendaraan pribadi, melainkan juga menyangkut rantai pasok ekonomi daerah.

Kondisi ini memperlihatkan dua sisi yang kontras: di satu sisi stok BBM relatif aman dan masyarakat tetap tenang, namun di sisi lain terdapat ancaman serius terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok. 

Pemerintah daerah bersama pusat diharapkan mampu mengantisipasi dampak lanjutan dengan memastikan distribusi solar tetap lancar. 

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Apakah Harga Barang Ikut Meroket? Ini Analisis Pakar Ekonom

Dengan demikian, masyarakat Aceh Tamiang tidak hanya merasa aman dari sisi ketersediaan BBM.

Tetapi juga terlindungi dari gejolak harga yang bisa mengganggu perekonomian lokal.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.