BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Upaya panjang Tim SAR Gabungan menyisir perairan Bangka selama lima hari akhirnya berujung duka. Parjiman (55), nelayan asal Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel), yang dilaporkan hilang saat melaut, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban sebelumnya berangkat melaut di Perairan Karang Kering, Kecamatan Sungailiat, sejak Selasa (14/4/2026). Namun hingga keesokan harinya, ia tak kunjung kembali. Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah perahu miliknya ditemukan dalam kondisi kosong pada Rabu (15/4/2026) malam.
Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan hal itu ke Basarnas Babel. Proses pencarian langsung dilakukan. Hari ke hari upaya dilakukan, namun tak jua membuahkan hasil.
Hingga akhirnya hari ini, Minggu (19/4/2026) sekira pukul 17.00 WIB tersiar kabar adanya warga setempat yang menemukan sesosok mayat yang terdampar di batu-batu pinggir Pantai Punggur Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip.
Sebuah lokasi yang cukup jauh hingga bermil-mil jaraknya dari lokasi dilaporkan hilang. Tubuh Parjiman ditemukan terdampar di bibir pantai, mengakhiri ketidakpastian yang menyelimuti pihak keluarga selama hampir sepekan.
Begitu laporan warga masuk, Tim SAR Gabungan yang kala itu tengah menyisir area Pantai Rebo segera memacu kendaraan dan peralatan evakuasi menuju lokasi penemuan di Desa Tuing.
"Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi Pantai Punggur setelah menerima laporan dari masyarakat. Benar bahwa jasad yang ditemukan adalah saudara Parjiman yang kita cari selama lima hari terakhir," kata Darma Putra, Dantim Basarnas.
Baca juga: Breaking News: Nelayan Pajirman yang Hilang di Karang Kering Ditemukan Meninggal di Pantai Punggur
Jasad korban kemudian dilarikan menggunakan ambulans menuju RSUD Depati Bahrin Sungailiat untuk proses identifikasi akhir sebelum dipulangkan ke rumah duka.
Terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus apresiasi atas solidaritas luar biasa yang ditunjukkan masyarakat pesisir selama masa pencarian.
"Kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Bapak Parjiman. Upaya maksimal telah dilakukan oleh seluruh unsur gabungan,” kata Mikel.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan warga Desa Tuing yang telah membantu memberikan informasi.
Dengan ditemukannya korban, operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur mulai dari Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, Kompi C Sungailiat Brimob, Bakamla, BPBD Bangka, hingga relawan Laskar Sekaban ini resmi dihentikan.
"Seluruh unsur SAR Gabungan kami kembalikan ke kesatuan masing-masing. Operasi ini secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup," imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)