BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Karang Kering Sungailiat, Parjiman (55), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026) sore.
Korban ditemukan di sekitar batu-batu di pinggir Pantai Punggur, Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), setelah warga melaporkan adanya sesosok mayat pria yang telah membengkak.
Saat ditemukan, kondisi jasad korban mengenaskan dan dalam posisi terlentang di antara bebatuan. Penemuan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Heryadi.
“Infonya yang saya terima begitu,” kata Heryadi kepada Bangkapos.com.
Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi terhadap jasad korban. Pada pukul 17.34 WIB, jenazah berhasil dievakuasi dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Depati Bahrin.
“Pukul 17.34 WIB korban berhasil di evakuasi oleh Tim SAR gabungan dan memasukan ke kantong mayat dan menuju Rumah Sakit umum Depati Bahrin,” jelasnya.
Baca juga: Hari Ketiga Pencarian Nelayan Parjiman, Dua Rubber Boat Dikerahkan di Karang Kering
Parjiman, pria berusia 55 tahun asal Gang Enggano, Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali, Bangka dilaporkan hilang secara misterius di perairan Karang Kering, Sungailiat setelah berangkat melaut sejak Selasa (14/4/226) pagi namun tak kunjung menyandarkan kapalnya di dermaga.
Kekhawatiran keluarga memuncak saat jarum jam menunjukkan pukul 20.23 WIB, Rabu (15/4/2026) tadi malam hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melapor ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang.
Berdasarkan informasi keluarga, Parjiman berangkat seorang diri menggunakan kapal nelayan berwarna cokelat putih dengan aksen lis kuning biru pada Selasa (14/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Pola kebiasaan korban yang selalu kembali ke darat pada pagi hari berikutnya menjadi alarm kuat bahwa ada sesuatu yang tidak beres di tengah laut.
Merespons laporan darurat tersebut, Tim Rescue Kansar Pangkalpinang bergerak cepat dengan memberangkatkan personel pada pukul 20.40 WIB, Rabu (15/4/2026).
Operasi ini bukan sekadar misi tunggal, melainkan upaya kolaboratif yang melibatkan Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, relawan Laskar Sekaban, hingga pihak keluarga yang turut serta menyisir kegelapan malam menuju titik koordinat perkiraan di sekitar 4 mil laut dari dermaga nelayan II Sungailiat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika mengungkapkan bahwa pencarian ini sempat menemui titik terang sekaligus menyisakan tanda tanya besar saat tim tiba di Muara Jelitik.
“Pihak keluarga memberikan informasi bahwa kapal milik Parjiman sebenarnya telah ditemukan oleh nelayan lain yang secara tidak sengaja melintas di sekitar lokasi kejadian. Namun, saat didekati dan diperiksa, kapal tersebut dalam kondisi kosong tanpa ada tanda-tanda keberadaan Parjiman,” kata Mikel, Kamis (16/4/2026).
Kemudian, kondisi lapangan yang semakin menantang memaksa tim gabungan untuk mengambil keputusan sulit di tengah malam.
Mikel menjelaskan bahwa setelah penemuan kapal tanpa awak tersebut, pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kendala cuaca dan jarak pandang yang sangat terbatas.
“Operasi SAR dilanjutkan dengan kekuatan penuh pada pagi hari ini demi menyisir area yang lebih luas dan membawa pulang korban,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)