Kunjungi Puncak Jaya, Gubernur Meki Nawipa Pastikan Korban Penembakan Ditangani Maksimal
Paul Manahara Tambunan April 17, 2026 05:11 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley melakukan kunjungan kerja ke Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (17/4/2026).

Selain memantau stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, rombongan pemerintah provinsi memfokuskan perhatian pada penanganan medis warga sipil yang menjadi korban dalam insiden di Distrik Sinak beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi oleh Kapolda Papua Tengah, Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, serta penjabat sekda dari Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya.

Kehadiran para pejabat lintas wilayah ini bertujuan untuk memastikan koordinasi penanganan dampak konflik berjalan secara terpadu.

Baca juga: Tragedi Kabupaten Puncak Bukti Papua Darurat Militer, ULMWP: Dunia Tidak Boleh Terus Menutup Mata

Setibanya di Mulia, rombongan langsung menuju RSUD Mulia untuk menjenguk empat pasien yang masih menjalani perawatan intensif akibat luka tembak.

Di sana, Meki berdialog dengan keluarga korban dan memberikan dukungan moril.

Kepastian Biaya dan Pendidikan

Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah hingga mereka dinyatakan sembuh total.

Lebih lanjut, pemerintah juga mengambil langkah proteksi terhadap masa depan anak-anak yang menjadi korban.

"Kami dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah turut berduka cita sedalam-dalamnya atas peristiwa ini. Selain membiayai seluruh pengobatan, kami juga berkomitmen menanggung biaya pendidikan bagi anak-anak yang terdampak langsung dalam peristiwa tersebut," ujar Meki di RSUD Mulia.

DARURAT MILITER - Foto korban seorang anak kecil yang di gendong ayahnya karena operasi militer di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah yang terjadi pada Senin, (14/04/2026).
DARURAT MILITER - Foto korban seorang anak kecil yang di gendong ayahnya karena operasi militer di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah yang terjadi pada Senin, (14/04/2026). (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Langkah ini diambil agar trauma yang dialami para korban anak tidak menghambat hak mereka untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak di masa depan.

Baca juga: Penembakan Brutal di Puncak Papua, Amnesty International Desak Evaluasi Total Operasi Keamanan

Selain aspek kemanusiaan, kunjungan ini digunakan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan aparat keamanan. 

Gubernur berharap sinergi ini dapat meredam ketegangan di lapangan dan memberikan rasa aman kembali kepada masyarakat.

"Kami berharap situasi keamanan dapat segera kondusif sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal tanpa rasa takut. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan akan terus kami tingkatkan untuk menjaga stabilitas," tambahnya.

Kunjungan ini dipandang sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami krisis, sekaligus untuk memastikan bahwa penanganan medis dan dukungan psikologis bagi para korban telah diberikan secara optimal oleh tim tenaga kesehatan di RSUD Mulia. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.