Sosok Harsono, Jadi Calhaj Tertua dari Karanganyar, Berangkat di Usia 90 Tahun
Ryantono Puji Santoso April 17, 2026 05:12 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ada 588 calon haji (calhaj) asal Kabupaten Karanganyar yang akan berangkat ibadah haji tahun 2026.

Harsono, warga RT 1/RW 6, Dusun Tunggul Rejo, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, menjadi peserta calhaj tertua di Kabupaten Karanganyar.

Diketahui usia Harsono kini menginjak 90 tahun.

Rencananya, Harsono akan berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Mariyem (66), pada tahun ini.

Saat ditemui TribunSolo.com di rumah, Harsono mengungkapkan mulai ingin melaksanakan ibadah haji sejak tahun 2013.

“Awal mula saya ingin berangkat haji tahun 2013 dan alhamdulillah saya dan istri saya berangkat tahun ini,” kata Harsono, Jumat (17/4/2026).

Harsono mengatakan saat itu memutuskan untuk menunaikan ibadah haji setelah menyelesaikan tugasnya sebagai orang tua, yaitu membimbing anak-anaknya hingga sampai jenjang pernikahan.

Meskipun sudah memiliki niat naik haji sejak 2013, Harsono dan istrinya baru mendaftar menjadi peserta haji pada tahun 2020.

“Saya putuskan untuk bisa berangkat ke Mekkah dan Madinah serta menunaikan ibadah haji setelah anak saya yang paling kecil menikah,” kata Harsono.

CALHAJ TERTUA. Calon haji (Calhaj) asal Karanganyar Harsono (90) dan istrinya Mariyem (66), warga RT 1, RW 6, Dusun Tunggul Rejo, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (17/4/2026).
CALHAJ TERTUA. Calon haji (Calhaj) asal Karanganyar Harsono (90) dan istrinya Mariyem (66), warga RT 1, RW 6, Dusun Tunggul Rejo, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (17/4/2026). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Sisihkan Uang dari Jual Lembu

Perjuangan untuk bisa menjalankan rukun Islam kelima tidak mudah.

Setiap tahun, dia memelihara dua ekor lembu dan saat Idul Adha, lembu tersebut dijual.

Hasil penjualan itu kemudian dibelikan lembu lagi dan sebagian kecil ia sisihkan untuk ditabung.

“Saya memelihara dua lembu, kemudian saya jual saat kurban setiap tahun. Keuntungan dari penjualan lembu itu saya tabung dengan menitipkan uangnya ke anak saya,” kata dia.

Baca juga: Sambut Calon Jemaah Haji, Asrama Donohudan Boyolali Lakukan Fogging, Pasang Perangkap Tikus

Dia mengatakan, pada tahun 2020, ia memutuskan untuk mendaftarkan diri dan istrinya sebagai calon peserta haji.

Kemudian, pada tahun 2025, ia dipanggil untuk menjadi peserta haji asal Indonesia tahun 2026.

“Saya dan istri saya baru daftar saat pandemi Covid-19 tahun 2020, dan pada tahun 2025 saya dipanggil. Awalnya hanya saya yang dipanggil, namun karena saya ingin berangkat bersama istri, maka istri saya ikut berangkat haji tahun ini,” kata dia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.