TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran IPAS kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 60 bab 3.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran IPAS kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 60, karangan Amalia Fitri, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2024 yakni Harmoni dalam Ekosistem.
Harmoni dalam ekosistem adalah keseimbangan yang terjadi antara makhluk hidup dan lingkungan tempat mereka hidup, sehingga semua komponen dapat berfungsi dengan baik tanpa saling merusak.
Dalam kondisi yang harmonis, setiap makhluk hidup—seperti tumbuhan, hewan, dan manusia—memiliki peran masing-masing dan saling bergantung satu sama lain. Tidak ada yang berlebihan atau berkurang secara drastis.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 60 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 60: Peran Dekomposer
Mengamati Peran Dekomposer
Alat dan bahan:
1. plastik bening satu lembar,
2. potongan kecil sampah sayur/kulit buah sebanyak dua mangkuk kecil,
3. alat bantu untuk menggali tanah.
Langkah percobaan:
1. Masukkan satu mangkuk sampah sayur/kulit buah pada plastik bening dan lipat plastiknya (tidak perlu diikat).
2. Carilah tanah di sekitar halaman rumah atau area sekolah yang banyak ditumbuhi tanaman. Gali dua lubang di tanah dengan kedalaman 25-30 cm. Kalian bisa menggantinya dengan pot atau ember bekas yang diisi tanah dengan kedalaman yang sama.
3. Masukkan satu mangkuk sampah sayur/kulit buah yang tidak dibungkus plastik dan yang dibungkus plastik ke dalam masing-masing lubang.
4. Tutup lubang dengan tanah dan beri tanda.
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Hal 99 Edisi Revisi: Warisan Budaya
5. Amati kondisi keduanya setiap minggu selama 3 minggu dengan membuka galiannya.
6. Tulis hasil pengamatan dalam lembar kerja kalian.
7. Jika sudah berhasil, ceritakan hasil eksperimen kalian mengenai dekomposer dan jelaskan apa yang dimaksud dengan penguraian kepada teman-teman kalian
Jawaban :
Hasil Pengamatan Percobaan
Pada minggu pertama, sampah sayur dan kulit buah yang tidak dibungkus plastik dan langsung dimasukkan ke dalam tanah mulai menunjukkan perubahan. Sampah tersebut terlihat lebih lembek, warnanya mulai memudar, dan tercium bau seperti tanah atau bau pembusukan ringan.
Hal ini terjadi karena di dalam tanah terdapat makhluk hidup kecil seperti bakteri, jamur, dan organisme tanah lainnya yang mulai bekerja menguraikan sampah tersebut.
Sementara itu, sampah yang dibungkus plastik tidak mengalami banyak perubahan. Bentuknya masih hampir sama seperti saat awal dimasukkan ke dalam tanah.
Hal ini karena plastik menghalangi masuknya mikroorganisme ke dalam sampah sehingga proses penguraian menjadi sangat lambat.
Pada minggu kedua, perbedaan antara kedua sampah semakin terlihat jelas. Sampah yang tidak dibungkus plastik mulai hancur sebagian, teksturnya menjadi lebih lunak, dan beberapa bagian sudah menyatu dengan tanah.
Bahkan mulai muncul jamur kecil atau tanda-tanda aktivitas organisme pengurai. Ini menunjukkan bahwa dekomposer bekerja aktif menguraikan bahan organik tersebut menjadi zat yang lebih sederhana.
Sedangkan sampah yang dibungkus plastik hanya mengalami sedikit perubahan, seperti sedikit berubah warna atau mulai berbau, tetapi bentuknya masih tetap utuh dan tidak mudah hancur.
Plastik membuat proses penguraian terhambat karena sampah tidak bersentuhan langsung dengan tanah dan mikroorganisme.
Pada minggu ketiga, sampah yang tidak dibungkus plastik hampir seluruhnya telah hancur dan menyatu dengan tanah. Sisa-sisanya sulit dibedakan karena sudah berubah menjadi bagian dari tanah itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa proses penguraian oleh dekomposer berjalan dengan baik dan efektif.
Sebaliknya, sampah yang dibungkus plastik masih terlihat jelas bentuknya. Meskipun mungkin sedikit lebih lunak atau berubah warna, plastik tetap membuat sampah sulit terurai secara alami dalam waktu singkat.
*) Disclaimer:
(Tribunnews.com/Namira)