Iran Olok-olok Kabar Pasukan AS Kekurangan Makanan di Tengah Laut
TRIBUNNEWS.COM - Iran pada Jumat (17/4/2026) mengejek Amerika Serikat (AS) karena memberi makan tentaranya porsi makanan sangat sedikit saat menjalankan tugas.
Olok-olok Iran ini terlontar saat laporan yang menunjukkan kalau kru dan pelaut di kapal perang AS yang ditempatkan di Timur Tengah sedang berjuang melawan kekurangan makanan.
Baca juga: Militer AS Kekurangan Makanan dan Logistik, Para Pelaut dan Kru di Atas Kapal Perang Kelaparan
Dalam sebuah unggahan di X, kedutaan besar Iran di Sierra Leone membagikan gambar yang menunjukkan porsi makanan yang sedikit yang diduga disajikan kepada pasukan AS.
Unggahan kedutaan besar Iran tersebut menyindir peran AS di kawasan Timur Tengah, dengan menyebut tentara Amerika sebagai "kaki tangan Israel".
"Mereka (pasukan AS) (pasti bersedia) mati untuk mereka (pasukan Israel)!", tambahnya dengan nada mengejek.
Ejekan kedutaan besar Iran ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran di antara keluarga anggota militer AS atas menipisnya persediaan dan menurunnya moral pasukan AS di laut.
Di tengah perang Iran, Iran secara signifikan meningkatkan psy-warnya lewat meme-di media sosial.
Serangkaian unggahan, termasuk video, kerap kali mengejek kedua musuhnya: AS dan Israel.
Pada hari ke-47 konflik di Asia Barat, ejekan Iran kali ini menargetkan makanan yang disajikan kepada personel yang bertugas aktif.
"Tidak ada makanan enak di meja untuk prajurit kaki-tangan Israel..." katanya.
"Mereka memang rela mati untuk itu!" tambah unggahan tersebut.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, setidaknya 13 tentara AS telah tewas, dan 365 lainnya terluka.
Kekurangan Logistik dan Pangan di Atas Kapal Perang
Pernyataan tersebut muncul seiring dengan laporan dari keluarga dan anggota militer yang menunjukkan kalau kondisi di atas kapal seperti USS Tripoli dan USS Abraham Lincoln semakin menunjukkan krisis.
Dan F, yang putrinya adalah seorang Marinir yang ditempatkan di Tripoli, mengatakan dia merasa khawatir setelah melihat foto makanan putrinya.
"Nampan makan siang, dua pertiga kosong," katanya kepada USA Today, menggambarkan porsi yang berisi "satu sendok kecil daging cincang dan satu tortilla yang dilipat."
Gambar lain, yang dilaporkan berasal dari USS Abraham Lincoln, menunjukkan apa yang digambarkan sebagai porsi terbatas, yaitu sedikit sayuran di samping daging olahan.
Keluarga dari personel yang ditugaskan mengatakan bahwa pasokan makanan sedang dijatah karena kondisi semakin memburuk.
"Kita memiliki militer terkuat di dunia. Seharusnya kita tidak kehabisan makanan," katanya.
Seorang pelaut di atas kapal Tripoli menyuarakan kekhawatiran serupa dalam pesan yang dikirim ke rumah, mengatakan bahwa anggota kru makan tidak teratur dan berbagi porsi makanan.
"Persediaan akan sangat menipis… moral akan berada pada titik terendah sepanjang masa," bunyi pesan tersebut.
Upaya keluarga untuk mengirim makanan dan barang-barang penting juga terpengaruh.
Layanan Pos Amerika Serikat telah menangguhkan pengiriman ke 27 kode pos militer di wilayah tersebut, dengan alasan penutupan wilayah udara dan gangguan logistik yang terkait dengan konflik yang sedang berlangsung.
Paket yang sudah dikirim, termasuk makanan dan perlengkapan kebersihan, ditahan sampai pengiriman memungkinkan.